Feature

Tertua di Kota Semarang dan Penuh Sejarah, Begini Seluk-Beluk Kampung Sekayu

×

Tertua di Kota Semarang dan Penuh Sejarah, Begini Seluk-Beluk Kampung Sekayu

Sebarkan artikel ini
Kampung Sekayu
Masjid Taqwa Sekayu, masjid tertua di Jawa Tengah terletak di Kampung Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Keberadaan Kampung Sekayu di pusat Kota Semarang mempunyai sejarahnya tersendiri. Seperti namanya, kampung ini dulu konon bergelimang kayu.

Hal tersebut yakni sebagaimana cerita Achmad Arief, salah satu tokoh yang warga setempat tuakan. Ia menuturkan, Kampung Sekayu ialah bentukan seorang ulama, yang beroleh tugas dari Sunan Gunung Jati, bernama Kiai Kamal.

Saat itu Kiai Kamal mendapat tugas mengumpulkan kayu dari Grobogan, Kendal, Ungaran, dan daerah lainnya untuk membangun Masjid Agung Demak.

“Kampung tertua di Kota Semarang itu benar Sekayu, sejak tahun 1413. Waktu itu hanya di sini yang sudah mengeras dan menjadi daratan, daerah lain masih berupa lautan,” jelas Achmad Arief saat beritajateng.tv temui, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Dulunya Masyhur Sebagai ‘Kampung Jagal’, Begini Kisah Kampung Bustaman Sekarang

Bahkan, lanjutnya, Kampung Sekayu dulunya pernah menjadi pusat pemerintahan, pusat pertahanan, hingga penguasa pelabuhan internasional. Hal tersebut terbukti dengan adanya gang di sana yang bernama Tumenggungan dan Kepatihan.

Kejayaan Kampung Sekayu juga tampak dari masih bertahannya beberapa rumah dengan bangunan kuno berdinding kayu. Konon, kayu-kayu tersebut adalah kayu jati berkualitas tinggi dari Ungaran, Grobogan, hingga Kendal.

“Mungkin ada sekitar puluhan rumah kuno yang masih ada,” imbuhnya.

BACA JUGA: Bertahan di Tengah Modernisasi, Kampung Bustaman Simpan Beragam Tradisi Hingga Cerita Legendaris

Masjid di Kampung Sekayu tertua di Jawa Tengah

Selain merupakan kampung tertua, Sekayu juga memiliki masjid yang sarat akan sejarah, yakni Masjid Taqwa Sekayu.

Menurut Arief, Masjid Taqwa Sekayu bahkan lebih tua dari Masjid Agung Demak. Ia mengisahkan, Masjid Taqwa Sekayu mulaya hanyalah tempat ibadah kecil bagi masyarakat sekitar.

“Bangunan pertama masjid beratapkan rumbia, tiang dari bambu, dengan tembok papan dan lantai dari tanah murni,” terangnya.

Dulu, masjid tersebut masih bernama Masjid Pekayuan dan dibangun pada tahun 1413. Sedangkan Masjid Agung Demak sendiri baru dibangun pada tahun 1420.