FeatureGaya Hidup

Kafilah MTQ Nasional XXXI Disebut Kepincut Batik Pewarna Alam Malon Semarang

×

Kafilah MTQ Nasional XXXI Disebut Kepincut Batik Pewarna Alam Malon Semarang

Sebarkan artikel ini
Batik Pewarna Alam Malon di MTQ Nasional Semarang
Putri Merdekawati saat menata pakaian batik warna alam di lapaknya Batik Malon di Pameran Halal Food Fest 2026 sekaligus bersamaan dalam ajang MTQ Nasional XXXI tahun 2026 di Matahari Plaza Simpang Lima, Rabu, 16 September 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Batik pewarna alam dari Malon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tampil kegiatan Pameran Halal Food Fest 2026 di Kota Semarang. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026.

Pengurus Paguyuban Galeri Sentra Batik Warna Alam Malon, Putri Merdekawati (47), mengatakan, batik pewarn alam memiliki daya tarik tersendiri di tengah tren busana dengan warna-warna natural. Alih-alih tampil dengan warna mencolok, batik ini mengandalkan nuansa earth tone yang lembut dan cenderung kalem.

Dia bilang, produk yang dipamerkan tidak hanya berupa kain batik. Pengrajin juga menghadirkan pakaian jadi, aksesori hingga produk hasil daur ulang limbah kain.

“Kalau untuk produk yang kami pamerkan, kami jual dan sekaligus dipromosikan. Ada kain batik warna alam sebagai produk utama, kemudian ready to wear, turunannya ada aksesoria seperti syal batik warna alam,” katanya di Matahari Plaza Simpang Lima, Rabu, 16 September 2026.

Soal warna, kata Putri, menjadi salah satu karakter utama yang membedakan batik warna alam dengan yang lainnya. Warna yang dihasilkan berasal dari bahan-bahan alami seperti kayu dan daun yang melalui proses perebusan dan pencelupan.

“Warna-warnanya cenderung soft, dove, tidak mengkilap. Jadi memang berbeda dengan batik-batik yang ada di pasaran,” katanya.

Mengapa Warna Earth Tone Banyak Diminati?

Putri menyebut konsumen yang datang memiliki latar belakang beragam. Selama pameran MTQ Nasional di Semarang, produk Galeri Sentra Batik Warna Alam Malon dilirik masyarakat Semarang dan sekitarnya hingga sejumlah kafilah.

Untuk produk yang paling banyak diminati, kata Putri, kain batik dan pakaian jadi memiliki peminat yang relatif sama.Akan tetapi, konsumen yang tertarik umumnya memiliki kesamaan preferensi, yakni menyukai warna lembut, natural, netral dan earth tone.

BACA JUGA: Kampung Batik Semarang Direvitalisasi, Punya Workshop, IPAL dan Berkonsep Ramah Lingkungan

“Pastinya preferensi orang yang beli senang warna-warna soft, warna-warna earth, warna-warna bumi dan turunannya,” ucap dia.