HeadlineJatengNews Update

Tradisi Titiran Fenomena Pembakaran Kampung Batik, Ita: Kita Teladani Semangat Perjuangannya

×

Tradisi Titiran Fenomena Pembakaran Kampung Batik, Ita: Kita Teladani Semangat Perjuangannya

Sebarkan artikel ini
Aksi teatrikal tradisi Titiran Kampung Batik.

Dalam acara tersebut juga ada pembagian ‘Nasi Nuk’, yakni nasi bungkus daun jati sebagaimana yang diterima para pejuang dari masyarakat yang membantu makanan selama berjuang atau gerilya.

“Nasi Nuk dibagikan Walikota kepada masyarakat. Ini merupakan simbolik yang kami angkat sebagai bentuk perhatian pemimpin terhadap rakyat. Jadi nasi nuk bukan sembarang nasi. Tapi disitulah lambang jatidiri bangsa Indonesia. Jatidiri bangsa ini adalah memiliki perhatian terhadap sesama,” ungkap Luwiyanto.

Kehadiran Mbak Ita disambut oleh warga Kampung Batik. Selain kini sebagai pejabat Walikota, ternyata Juga pernah dinobatkan sebagai Warga Kehormatan Kampung Batik dengan sebutan ‘Mbok Batik’ karena perhatiannya mengangkat kampung Batik sebagai destinasi wisata sentra batik.

Titiran diharapkan menjadi sarana perekat warga. Mbak ita juga selalu berpesan kepada warga agar selalu waspada terhadap bahaya kesehatan yang masih mengancam, yakni Covid.

“Tuntaskan vaksin dan jangan ditunda-tunda. Sebab masih ada korban meninggal ternyata belum vaksin. Satu hal lagi yang perlu diingat afalah bahaya stunting. Koordinasikan dengan aparat kami yang berwenang, sehingga semua bisa cepat diatasi,” tambahnya. (Ak/El)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp