“Jadi setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing gitu. Kalau di daerah Semarang yang [milik] kami, dari Hian Tjen sendiri bawa yang agak sedikit modelnya A-line, karena di Semarang tipikal wedding-nya sedikit yang A-line. Kalau di Jakarta lebih klasik kecil yang mermaid-mermaid, slim yang kecil-kecil gitu,” jelasnya.
Selain model dan bentuk gaun, hiasan atau ornamen gaun pengantin juga berbeda. Di Semarang lebih banyak gaun dengan sentuhan payet.
Tiar juga mengatakan klien di Semarang cukup potensial karena dari Hian Tjen terdapat sekitar 20 hingga 25 klien yang berasal dari ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Tawarkan konsep pernikahan outdoor di Semarang
Klien atau calon pengantin potensial itu, kata Indri, kebanyakan memilih membuat pesta di luar Semarang karena ingin menikmati wedding dengan konsep outdoor.
Luxury Wedding Expo Renaissance Romance 2025 pun menawarkan konsep outdoor yang tak kalah menarik. Dengan kapasitas 500 orang, Indri berharap para calon pengantin tertarik menjadikan The Renaissance Ballroom Semarang sebagai tempat pesta berkonsep outdoor.
“Renaissance membikin yang outdoor untuk bisa bersaing dengan venue-venue yang ada di Bali, Prambanan. Di sini bisa kapasitas 500 untuk yang outdoor,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





