SEMARANG, beritajateng.tv – Pemandangan tak biasa terlihat di Jalan Dr. Kariadi No. 96, depan outlet Soto Ayam Dargo Pak Wito Cabang Kariadi, Jumat, 27 Februari 2026 sore. Sejumlah “hantu” seperti kuntilanak dan genderuwo tampak turun ke jalan membagikan takjil gratis kepada para pengguna jalan yang melintas.
Aksi unik ini merupakan kolaborasi antara komunitas Semarangker dan manajemen Soto Ayam Dargo Pak Wito dalam rangka kegiatan Ramadan Berkah berbagi takjil gratis untuk masyarakat Kota Semarang.
Perwakilan Semarangker, Marcellino Dewa Bagaskara, mengatakan kegiatan tersebut membagikan sekitar 400 bungkus takjil untuk warga.
“Untuk kegiatan ini kita bagi takjil kurang lebih 400 bungkus untuk masyarakat Kota Semarang. Jadi kita digandeng oleh Soto Pak Wito supaya bisa kolaborasi antara kuliner dan komunitas di Kota Semarang ini,” ujar Marcellino.
Menurutnya, sasaran pembagian takjil adalah masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Jalan Dr. Kariadi agar bisa mempersiapkan buka puasa.
“Ya masyarakat pengguna jalan yang berada di Jalan Kariadi sini biar bisa untuk persiapan buka puasa,” jelasnya.
BACA JUGA: Berikut 5 Kawasan Semarang yang Selalu Ramai dengan Takjil, Auto Jadi Tempat Ngabuburit Nih!
Dalam aksi bagi takjil itu, anggota Semarangker mengenakan kostum serba hitam dan putih dengan riasan menyerupai hantu. Ada yang berdandan ala kuntilanak dengan gaun putih dan rambut panjang terurai, ada pula yang mengenakan kostum genderuwo lengkap dengan wajah gelap dan rambut lebat. Bahkan, beberapa anggota membawa boneka dan properti menyeramkan khas eksplorasi tempat angker.
Di tengah suasana lalu lintas yang padat, para “hantu” itu membagikan kotak makanan kepada pengendara motor dan pejalan kaki yang melintas. Meski berpenampilan menyeramkan, aksi mereka justru disambut antusias dan senyum warga.
Marcellino mengungkapkan, ada beberapa anggota yang mengenakan kostum hantu dalam kegiatan tersebut.
“Kalau boneka-bonekanya sih banyak ya. Ada tiga sampai empat. Cuma yang kostum-kostum itu mungkin dua sampai tiga hantu, termasuk genderuwo dan kuntilanak,” katanya.
Ia menyebut, untuk kegiatan berbagi takjil secara mandiri sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun, untuk kolaborasi dengan brand kuliner baru pertama kali.
“Tahun-tahun sebelumnya sudah pernah untuk kita mandiri. Untuk yang digandeng Pak Wito untuk bidang kulinernya, ini baru kali ini,” jelasnya.
Semarangker sendiri dikenal sebagai komunitas penjelajah tempat-tempat angker dan pengkaji urban legend. Namun, Marcellino menegaskan bahwa kegiatan mereka tidak hanya soal eksplorasi.
Selain bagi takjil, selama Ramadan mereka juga berencana menggelar santunan anak yatim dan pembagian zakat yang pengelolaannya secara mandiri melalui iuran anggota.
“Harapannya dengan kegiatan sosial ini bisa mengenalkan Semarang dan melebarkan komunitas, supaya masyarakat yang belum tahu jadi tahu tentang Semarangker,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Manajemen Soto Ayam Dargo Pak Wito, Ivana Pandelaki, menyebut kegiatan berbagi takjil ini sudah berlangsung sejak tahun 2025 sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Jadi ini memang dari tahun kemarin 2025 kami juga melakukan kegiatan yang sama. Ini bentuk kepedulian kami. Jadi bukan hanya sekadar kami menjual sesuatu, tapi bagaimana kami juga bisa berdampak dan berbagi dengan masyarakat,” kata Ivana.
BACA JUGA: Daftar Jajanan Kaki Lima yang Bisa Jadi Menu Takjil Buka Puasa, Mana Faforitmu?
Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi dengan konsep berbeda setiap tahunnya.
“Tahun lalu 2025 kita menggandeng antar umat beragama. Tahun ini kita menampilkan sesuatu yang berbeda. Kita menggandeng komunitas Semarangker karena unik, biar ada perbedaan saja,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





