MATARAM, beritajateng.tv – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali, menegaskan kampus boleh menjadi lokasi kampanye bagi pasangan calon presiden-wakil presiden sepanjang tidak memihak untuk calon tertentu.
“Kampus sebagai lokasi kampanye boleh, sepanjang netral dan tidak memihak calon manapun, sehingga tidak ada masalah,” ujar Nizar seusai menghadiri kegiatan pembinaan ASN di lingkungan Kementerian Agama di Mataram, beberapa waktu yang lalu.
Pihaknya tidak melarang kampus-kampus di bawah Kemenag mengundang pasangan capres dan cawapres untuk berdebat asalkan undangan tersebut tidak untuk satu pasangan calon.
“Jadi kalau mau mengundang semuanya. Jangan salah satu calon,” tuturnya.
BACA JUGA: Anwar Abbas Larang Penggunaan Simbol Muhammadiyah untuk Dukung Capres
Menurutnya, debat-debat atau diskusi merupakan bagian dari membedah ide dan gagasan masing-masing pasangan calon dengan cara akademik. Sehingga, menurutnya, kampus boleh menggelar agenda semacam itu.
“Namun itu tadi kalau mengundang jangan satu calon. Hadirkan semuanya supaya masyarakat bisa membedah program ke depan yang ditampilkan masing-masing pasangan calon,” imbuh Nizar.
BACA JUGA: Kritik Pembangunan IKN, Anies Baswedan: Bangun Kota Baru Malah Muncul Ketimpangan Baru
Dalam diskusi atau debat, kata Nizar, rektor juga harus netral sebab bagaimanapun sebagai seorang ASN tidak boleh berpolitik.
“Rektor sebagai peran akademik jangan memihak,” tandasnya.
BACA JUGA: PKS Janjikan Ibu Kota Tetap di Jakarta Sedangkan PKB Lanjutkan IKN, Koalisi AMIN Tidak Kompak?
Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sukses menggelar dialog publik tiga pasangan Capres-Cawapres pada Pemilu 2024 secara terpisah di tiga kampus milik Muhammadiyah.
Masing-masing pasangan capres-cawapres telah menyampaikan gagasannya di tiga kampus berbeda, yakni di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Prabowo-Gibran), Universitas Muhammadiyah Jakarta (Ganjar-Mahfud), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Anies-Imin). (ant)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




