Ia menegaskan, penanganan yang pihaknya lakukan saat ini masih bersifat sementara. Penanganan permanen akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.
Dalam kesempatan itu, Sumarno menegaskan saat ini Desa Tempur sudah tidak lagi terisolasi. Akses darurat telah memungkinkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.
“Kalau penanganan permanen tentu nanti setelah pascabencana. Sudah tidak terisolir lagi, dari kemarin motor sudah bisa lewat. Logistik kemarin pakai motor, dan bronjong kanan kiri juga sudah bisa,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata dia, upaya sementara juga dilakukan dengan mengumpulkan material batu sebagai dasar jalan agar kendaraan roda empat dapat melintas.
Perihal total kerugian, Pemprov Jawa Tengah belum menghitung total kerugian akibat bencana di wilayah terdampak.
“Batu-batu sudah dikumpulkan di tengah untuk bahan darurat, supaya minimal mobil bisa lewat. Untuk total kerugian belum kita hitungkan,” ujarnya.
Banjir Kudus-Pati Masih Dalam Penanganan, Pemprov Imbau Warga Waspada
Selain Jepara, banjir juga melanda wilayah Kudus dan Pati. Sumarno memastikan penanganan terus pemerintah daerah lakukan bersama OPD terkait.
“Teman-teman dari Dinas Sosial juga sudah mengirim logistik. Mudah-mudahan tidak ada kendala di lapangan,” katanya.
BACA JUGA: Hujan Lebat, 4 Rumah Warga Tuntang Terdampak Banjir Lumpur Pekerjaan Pengeprasan Bukit PT JTAB
Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Menurutnya, kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita harus waspada karena situasi ini. Dampak lingkungan dan pemanasan global harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Sumarno menegaskan, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Tidak hanya pemerintah ya, masyarakat juga harus peduli untuk menjaga lingkungan kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





