Lebih jauh, Muhdi juga meminta pemerintah tak tersinggung bila ada sekolah yang menolak MBG. Menurutnya, penolakan bisa jadi karena sekolah tersebut sudah punya sistem katering sendiri yang ternilai lebih baik.
“Kalau menolak saya kira dicari pendekatan, dimungkinkan sekolah itu justru sendiri, mengelola sendiri,” ucapnya.
BACA JUGA: Usai Dugaan Keracunan MBG, Koordinator SPPG Ungaran Timur Bakal Awasi Ketat Pengelola Dapur
Ia menegaskan, pemerintah harus memprioritaskan sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan. Sekolah elit yang sudah punya fasilitas katering sendiri sebaiknya tidak MBG jangkau dulu, sebab justru banyak sekolah pinggiran yang lebih layak menerima.
“Sekolah-sekolah yang katakanlah levelnya tinggi jangan di jangkau dulu. Karena masih banyak sekolah-sekolah di pinggir belum,” tandas Muhdi. (*)
Editor: Farah Nazila





