SEMARANG, beritajateng.tv – Pemudik sepeda motor dari arah barat yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah tidak perlu khawatir kelelahan saat perjalanan mudik Lebaran 2026. Polda Jawa Tengah menyiapkan program Valet and Ride yang akan mengangkut pemudik dari Brebes menuju Semarang menggunakan bus, sementara kendaraan mereka menggunakan truk towing. Adapun program ini berlangsung pada 13-19 Maret 2026.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan program tersebut merupakan inovasi pelayanan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah.
“Dalam program Valet and Ride ini Polda Jawa Tengah berinovasi untuk memberikan pelayanan kepada pemudik maupun yang akan balik di wilayah Jawa Tengah dalam Lebaran 2026. Ini merupakan suatu bentuk hospitality, pemberian pelayanan, kenyamanan bagi para pemudik yang masuk wilayah Jawa Tengah,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Kamis, 12 Maret 2026 sore.
Menurutnya, program tersebut khusus bagi pemudik sepeda motor yang masuk wilayah Jawa Tengah dari arah barat.
BACA JUGA: Pemudik Motor Masuk Jateng Bisa Naik Bus Sampai Tujuan, Kendaraan Masuk Truk
“Ini adalah pelayanan bagi para pemotor yang mudik. Di mana yang bersangkutan ini pada saat masuk wilayah Jawa Tengah akan diangkut dan kendaraannya akan dinaikkan kendaraan khusus towing,” jelasnya.
Artanto menjelaskan titik awal layanan Valet and Ride berada di kawasan Nasmoco Brebes. Pemudik dapat mendaftar terlebih dahulu sebelum pemberangkatan menuju Semarang.
“Tempat awal untuk Valet and Ride bagi pemudik adalah wilayah Brebes. Pemudik bisa masuk di Nasmoco Brebes kemudian mendaftar dan langsung akan diberangkatkan ke Semarang. Fasilitas ini adalah fasilitas bus bagi pemudik,” ujarnya.
Sementara itu, sepeda motor milik pemudik akan diangkut menggunakan truk towing hingga tujuan.
“Kendaraannya akan masuk ke truk towing dan yang bersangkutan akan dibawa menuju ke Kota Semarang. Sampai Kota Semarang akan diturunkan dan difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah yang lain,” terang Artanto.





