Hukum & Kriminal

Viral Dugaan Kekerasan Seksual Dosen, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi PSGA-Satgas PPKS

×

Viral Dugaan Kekerasan Seksual Dosen, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi PSGA-Satgas PPKS

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Seksual UIN Walisongo
(Dari kiri) Ketua PSGA Kurnia Muhajarah, Wakil Rektor I Prof. Dr. Imam Yahya, Ketua Satgas PPKS Nur Hasyim, saat konferensi pers di Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat, 8 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Rekomendasi dari hasil laporan itu nanti akan menjadi dasar pimpinan untuk membentuk komite etik berkaitan dengan hal ini,” jelasnya.

Kurnia menyebut pihaknya menyiapkan sejumlah skenario untuk menjangkau korban apabila tidak ada laporan resmi yang masuk.

BACA JUGA: Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati Pati, Psikolog Minta Pengawasan Ponpes Diperketat

“Kami punya plan B dan plan C untuk bisa menjangkau korban. Jadi tunggu investigasi lanjutan,” katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan penanganan kasus kekerasan seksual di kampus tetap mengacu pada mekanisme delik aduan.

“Untuk penanganan di PPKS memang harus ada delik aduan. Tetapi karena komitmen pimpinan sangat tinggi untuk membuat kampus zero dari kekerasan seksual, tim investigasi tetap bekerja mengumpulkan informasi dari masyarakat,” ungkapnya.

Selain penanganan kasus, UIN Walisongo juga mulai menggencarkan langkah pencegahan kekerasan seksual melalui roadshow sosialisasi ke fakultas-fakultas.

“Kami pastikan kampus kami aman dan nyaman dan insyaallah akan memastikan semuanya terselesaikan dengan baik,” tegas Kurnia.

Satgas PPKS Libatkan Organisasi Mahasiswa

Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo, Nur Hasyim, mengatakan investigasi ԁimulai sejak Rabu, 6 Mei 2026 malam setelah informasi dugaan pelecehan seksual muncul melalui akun media sosial anonim.

“Pesan UIN WS menjadi informasi awal untuk melacak kasus ini. Namun kami tidak memiliki akses kepada saksi korban karena akun tersebut sangat konfidensial,” kata Nur Hasyim.

Tim investigasi kemudian berkoordinasi dengan organisasi mahasiswa intra maupun ekstra kampus untuk membantu menjangkau korban dan saksi.

“Kami sedang bekerja bersama organisasi kemahasiswaan untuk mencari ruang agar bisa reach out atau menjangkau saksi korban,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Santri Laki-laki, Ustaz SAM Ditetapkan Tersangka

Ia mengakui hingga kini tim belum menemukan korban yang bersedia memberikan laporan langsung. Meski begitu, investigasi tetap berjalan.

“Kalau misalnya Satgas tidak berhasil menjangkau korban, maka kami tetap akan menyusun laporan investigasi berbasis data-data yang kami dapatkan untuk ԁiserahkan kepada pimpinan,” jelasnya.