Viral

Viral Jastip Nyekar Ziarah saat Lebaran Idul Fitri 2026, Kirim Doa Seharga Rp50 Ribu

×

Viral Jastip Nyekar Ziarah saat Lebaran Idul Fitri 2026, Kirim Doa Seharga Rp50 Ribu

Sebarkan artikel ini
Adab ziarah kubur
Ilustrasi kuburan. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Momen Idul Fitri 2026 menjadi waktu yang paling dinanti para perantau. Selain berkumpul bersama keluarga, tradisi nyekar atau berziarah ke makam keluarga juga menjadi bagian penting saat Lebaran.

Namun, tidak semua perantau memiliki kesempatan untuk pulang kampung. Kesibukan kerja hingga keterbatasan waktu membuat sebagian dari mereka harus melewatkan tradisi tersebut.

Di tengah kondisi ini, muncul fenomena unik berupa jasa titip (jastip) nyekar yang viral di media sosial. Layanan ini memungkinkan seseorang untuk “mewakilkan” ziarah makam kepada orang lain.

BACA JUGA: Viral Daun Bergerak saat Shalat Idul Fitri, Tanda Kebesaran Tuhan atau Fenomena Alam? Ini Penjelasannya

Fenomena ini mencuat setelah unggahan akun Instagram @pandemictalks pada 27 Maret 2026, yang menampilkan jasa nyekar milik seorang warganet bernama Laifa.

“Open jastip nyekar, bagi anak rantau yang gak kebagian mudik lebaran tapi ingin ke makam keluarga, jangan bersedih, kalian bisa jastip nyekar di aku,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Layanan yang Ditawarkan

Dalam jasa tersebut, tersedia beberapa layanan, antara lain:

  • Tabur bunga di makam

  • Membacakan doa (Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq)

  • Membersihkan area makam

  • Dokumentasi foto atau video sebelum dan sesudah

Selain itu, tersedia layanan tambahan seperti pembacaan yasin dan tahlil dengan biaya masing-masing Rp50 ribu.

Tuai Pro dan Kontra

Kemunculan jastip nyekar ini pun langsung menjadi perbincangan warganet. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk kreativitas di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“In this economy, emang harus kreatif. Jasa apa aja bisa, hebat emang orang Indonesia,” tulis akun @safieraapriliya.

Ada pula yang menilai layanan ini lebih kepada jasa perawatan makam.

“Lebih ke jasa buat bersihin makam aja mungkin ya, soalnya kalau doa bisa di mana aja,” komentar akun @sari_2rdz.

BACA JUGA: Viral Video Kepala Sekolah di Salatiga Protes MBG Tak Layak, Pihak SPPG Mengaku Petugas Lalai

Namun, tidak sedikit yang menolak praktik tersebut karena dianggap kurang etis.

“Ingatlah penghuni makam sangat senang jika sanak saudaranya berkunjung langsung. Ini jangan dibisnisin,” tulis akun @bagusardhiansyah10.5.

“Pentingnya mengajarkan anak ttg agama” tulis akun @mufidha_moeslem.

Fenomena jastip nyekar ini menunjukkan bagaimana tradisi dan kebutuhan masyarakat terus berkembang mengikuti zaman, meski tetap memunculkan perdebatan dari sisi nilai dan budaya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp