SEMARANG, beritajateng.tv – Video kericuhan yang terjadi saat penampilan Endank Soekamti di Jateng Fair 2026 di PRPP Semarang viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026 malam itu dugaan kuat terpicu oleh seorang penonton yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol hingga memancing keributan dengan pengunjung lain.
Salah satu video viral yakni dari unggahan akun Instagram @portalsemarang. Dalam narasi video itu, tertulis bahwa kericuhan bermula ketika seorang pria yang dugaan kuat mabuk melakukan aksi moshing secara berlebihan hingga menendang salah satu tenant dan bersenggolan dengan penonton lainnya. Situasi pun memanas hingga memicu aksi saling kejar di tengah area konser.
Rekaman yang beredar memperlihatkan sejumlah pria terlibat keributan, sementara petugas kepolisian dan personel keamanan berupaya melerai. Sebuah tenant berwarna biru juga terlihat roboh akibat insiden tersebut.
Direktur PRPP Jawa Tengah, Heri Kristanto, membenarkan adanya keributan saat konser berlangsung. Menurutnya, orang yang terduga menjadi pemicu kericuhan telah petugas keamanan amankan.
BACA JUGA: PRPP Terancam Gulung Tikar, Ahmad Luthfi: Untuk Apa Pelihara BUMD Kalau Tidak Menghasilkan?
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, pria tersebut diduga sudah berada dalam kondisi mabuk sebelum memasuki area konser.
“Kami akan menindaklanjuti kejadian ini dengan memperketat patroli keliling untuk memantau kondisi dan situasi pengunjung selama acara berlangsung,” ujar Heri saat beritajateng.tv konfirmasi pada Jumat, 3 Juli 2026.
Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Darwin Tamba, mengatakan kericuhan terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 21.45 WIB, sesaat sebelum penampilan artis utama berakhir.
“Keributan melibatkan kurang lebih 10 orang penonton yang sedang menyaksikan konser di PRPP. Kejadiannya menjelang artis utama selesai tampil,” kata Darwin.
Menurutnya, keributan hanya berlangsung sekitar lima menit sebelum berhasil personel pengamanan kendalikan.
“Keributan tersebut langsung personel pengamanan dari Sat Samapta Polrestabes Semarang bubarkan sehingga situasi kembali kondusif,” ujarnya.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan keributan terpicu oleh aksi saling bersenggolan antarpenonton. Polisi juga membenarkan adanya dugaan salah satu pihak yang terlibat berada di bawah pengaruh alkohol.
“Kalau membawa botol minuman keras ke dalam lokasi konser tidak diperbolehkan. Dugaan sementara yang bersangkutan mengonsumsi minuman beralkohol di luar area acara sebelum masuk,” jelas Darwin.
BACA JUGA: Hari H Konser Indonesia Maju di PRPP, Bawaslu Jateng Belum Terima Surat Pemberitahuan Acara
Polisi memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, tidak ada penonton yang diamankan atau ditetapkan sebagai tersangka.
“Belum ada laporan korban luka ataupun korban jiwa. Untuk penonton yang terlibat juga tidak ada yang ditangkap,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





