Viral

Viral Tusuk Sate Dicuci dan Dipakai Lagi, Pedagang di Blok GM Semarang Bantah: Lidi Kita Baru Terus

×

Viral Tusuk Sate Dicuci dan Dipakai Lagi, Pedagang di Blok GM Semarang Bantah: Lidi Kita Baru Terus

Sebarkan artikel ini
sate padang ojo manih blok gm
Sate Padang Ajo Manih Blok GM Semarang berikan tanggapan terkait viralnya video tusuk sate, Kamis, 28 Mei 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Bapak itu pendengarannya memang agak kurang. Jadi mungkin salah dengar pertanyaannya,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya selalu menggunakan tusuk sate baru setiap hari dan tidak pernah memakai kembali tusuk sate bekas pelanggan.

“Intinya lidi kita baru terus, enggak pernah pakai lidi bekas,” tegas Afan.

Karyawan tersebut juga mengatakan bahwa ia membeli lidi di tempat yang sama dengan tempat pemesanan ketupat untuk menu sate Padang.

“Kalau tusuk sate yang tipis itu memang karena kita bahannya dari janur, jadi lebih tipis. Kita beli [tusuk sate] di satu tempat dengan pesan ketupat,” jelasnya.

Penjualan Turun Drastis Usai Video Viral

Afan mengaku video viral tersebut berdampak besar terhadap penjualan Sate Padang Ajo Manih yang telah berjualan lebih dari 14 tahun di kawasan Blok GM Semarang.

Sebelum viral, kabarnya, penjualan sate bisa mencapai 40 kilogram per hari pada hari biasa dan meningkat hingga 45-50 kilogram saat akhir pekan. Namun setelah video ramai di media sosial, penjualan turun hampir separuh.

“Kalau sekarang sekitar 15 sampai 20 kilo saja. Dampaknya sangat kerasa,” ungkapnya.

Meski demikian, Afan menyebut hingga kini belum ada pengurangan karyawan akibat penurunan omzet tersebut.

Ia berharap masyarakat lebih teliti sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Kalau kurang percaya, datang langsung ke sini lihat sendiri. Bahkan setelah makan kalau masih ragu, lidinya bisa patahkan sendiri,” ujarnya.

Pembeli Langganan Sebut Tusuk Sate Selalu Penjual Buang

Salah satu pelanggan, Ridho (31), mengaku terkejut saat mendengar kabar viral tersebut. Namun ia mengaku tidak percaya tusuk sate pihak sate gunakan ulang karena sudah menjadi pelanggan tetap selama lebih dari empat tahun.

“Saya hampir tiap minggu makan di sini. Selama ini enggak pernah ada isu seperti itu,” kata Ridho usai menikmati sate Padang Ajo Manih di Blok GM.

Menurutnya, tempat berisi lidi bekas kemungkinan hanya pihak sate gunakan untuk mengumpulkan sampah agar tidak tercecer.