SEMARANG, beritajateng.tv – Viral sebuah wabah Hantavirus yang menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ada 3 penumpang yang meninggal dunia, membuat ratusan penumpang lainnya terjebak.
Kapal pesiar tersebut kini terletak di lepas pantai Tanjung Verde dengan jumlah penumpang kurang lebih 149.
Peristiwa tersebut membuat World Heal Organization (WHO) memantau terus bagaiman situasi medis yang berada di lokasi.
Tepat pada 2 Mei kemarin, WHO menerima laporan kematian penumpang mengalami beberapa gejala seperti pernapasan berat.
BACA JUGA: Dinas Perikanan Sebut Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Belum Masuk Kategori Wabah
Hasil uji laboratorium mengungkapkan bahwasanya tersebar sebuah virus Hanta di kapal tersebut. Tidak hanya pernapasan berat, tapi gejala ringan juga terjadi.
Gejala mulai tampak dalam rentang 6 hingga 28 April 2026, diawali dengan demam dan masalah pencernaan. Kondisi ini kemudian dengan cepat berkembang menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga berujung pada syok.
Virus Hantarius di Kapal Pesiar
Infeksi virus Hanta pada manusia biasanya terjadi karena paparan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang sudah terinfeksi. Menurut WHO, penyakit ini tergolong jarang, namun dapat menimbulkan dampak yang fatal.
Walaupun tidak umum, penularan dari manusia ke manusia pernah dilaporkan dalam wabah sebelumnya yang melibatkan virus Andes.
Saat ini semua penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing sebagai langkah pencegahan, meskipun penularan virus Hanta antar manusia diketahui sangat jarang terjadi.
Di tengah ketidakpastian terkait proses evakuasi dan penyelidikan medis, seorang penumpang akhirnya berbicara melalui video yang kemudian viral di media sosial, mengungkap beratnya tekanan psikologis yang mereka rasakan selama terjebak di tengah laut.
BACA JUGA: Sinopsis Film Abadi Nan Jaya: Saat Jamu Tradisional Menjadi Sumber Wabah Zombi
Kekhawatiran tentu muncul karena evakuasi yang tidak jelas sehingga para penumpang lain tidak bisa memastikan akan selamat dari virus tersebut.
Tim medis internasional dari WHO bersama National Institute for Public Health (RIVM) Belanda sedang berupaya keras menelusuri asal-usul virus ini. Hantavirus umumnya menyebar melalui partikel dari kotoran atau urine tikus yang terhirup di udara.
Karena kapal MV Hondius memulai pelayarannya dari Argentina di Amerika Selatan, para ahli menduga ada dua kemungkinan utama sebagai sumber penularan. (*)





