Di RW 7 Tambaksari, sekitar 170 kepala keluarga terdampak langsung akibat putusnya jembatan. Mayoritas warga bekerja sebagai nelayan dan karyawan swasta yang sangat bergantung pada akses keluar masuk kampung.
Sumadi menegaskan jembatan darurat hanya pihaknya peruntukkan bagi pejalan kaki, sepeda motor, dan gerobak dengan pembatasan ketat.
Struktur utama jembatan menggunakan bambu petung, dengan alas papan serta anyaman bambu di sisi kanan dan kiri sebagai pengaman.
“Yang penting aman buat warga. Aksesnya hanya untuk orang, motor, dan gerobak,” ucapnya.
Lurah Mangkang Wetan, Benny Irawan, menyampaikan pembangunan jembatan darurat dilakukan secara swadaya oleh warga, didukung anggaran swakelola dari Kecamatan Tugu serta bantuan dari Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman. Tenaga dari TNI dan Polri juga turut membantu proses pengerjaan.
“Kita gunakan bambu jenis petung. Ini swadaya warga, disupport kecamatan, Pak Pilus, serta dibantu TNI dan Polri,” jelas Benny.
BACA JUGA: Jembatan Penghubung Roboh, Akses Warga RW 7 Mangkang Wetan Putus Total
Ia menyebut jembatan darurat memiliki panjang sekitar 30 hingga 36 meter dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. Awalnya jembatan hanya dirancang untuk pejalan kaki, namun warga berharap bisa dilalui sepeda motor dan gerobak sampah.
“Kalau tidak bisa gerobak lewati, sampah tidak bisa kami buang ke TPS di seberang sungai,” ujarnya.
Untuk pembangunan jembatan darurat ini, perkiraan membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 juta, sebagian besar untuk pengadaan bambu. Proses pengerjaan targetnya selesai dalam tiga hari, termasuk tahap penyempurnaan.
Benny menambahkan, jembatan permanen nantinya tidak akan berdiri di titik yang sama dengan jembatan lama.
Hal ini karena lokasi lama berada di atas lahan milik warga yang tidak lagi di izinkan sebagai akses umum.
“Pembangunan jembatan darurat di jalur jalan umum supaya tidak mengganggu lahan milik warga,” katanya.
Terkait potensi cuaca ekstrem hingga Februari, Benny mengakui ada kekhawatiran jembatan darurat bisa terdampak arus sungai. Namun, ia memastikan konstruksi telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.





