Jateng

Waspada! BPBD Ungkap 4 Wilayah di Jateng Rawan Gempa Megathrust, Cilacap Salah Satunya

×

Waspada! BPBD Ungkap 4 Wilayah di Jateng Rawan Gempa Megathrust, Cilacap Salah Satunya

Sebarkan artikel ini
muhammad chomsul
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, saat ditemui di kantornya, Senin, 19 Agustus 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi gempa berkekuatan besar atau megathrust yang melanda Indonesia.

Menurut BMKG, gempa megathrust bisa terjadi setelah melihat seismic gap di zona Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Mengacu pada perkiraan BMKG, Megathrust Selat Sunda dapat memicu gempa dengan kekuatan maksimal M 8,7 dan Megathrust Mentawai-Siberut M 8,9.

Lalu, bagaimana dampak gempa megathrust di Jawa Tengah?

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Jateng, Muhammad Chomsul menyebut, ada 4 (empat) wilayah yang berpotensi terdampak gempa megathrust.

BACA JUGA: Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Ungkap Bakal Ada Gempa Megathrust, Jawa Tengah-Yogya Aman?

Chomsul merinci, wilayah di Jateng yang berpotensi terdampak gempa megathrust adalah daerah pantai selatan.

“Ada empat kabupaten, Purworejo, Wonogiri, Cilacap, dan Kebumen. Di sana memang ada potensi ancaman gempa megathrust. Kalau ga salah 8,9,” ujar Chomsul saat beritajateng.tv temui langsung di kantornya, Senin 19 Agustus 2024 sore.

Kendati begitu, Chomsul berharap warga Jawa Tengah tak takut maupun trauma atas potensi gempa megathrust itu. Ia menyebut, potensi gempa megathrust seharusnya bisa menjadi kewaspadaan bagi seluruh pihak.

“Memang ada potensi di situ, yang kita semua harus tau dan sadar. Sehingga dengan kondisi ancaman itu kita bisa lebih waspada,” ungkapnya.

Potensi Kota Semarang tak terkena gempa megathrust, apa alasannya?

Sementara itu, Chomsul menyebut Kota Semarang berpotensi tak terkena gempa megathrust.

“Kalau Kota Semarang untuk gempa megathrust tidak. (Gempa megathrust) wilayah pantai selatan,” ucap Chomsul.

Kendati begitu, Chomsul mengungkap Kota Semarang terkena sesar Kendeng. Adapun sesar Kendeng, kata Chomsul, menjadi penyebab gempa di Batang beberapa waktu lalu.

“Di Batang kan skalanya kecil 4,2, tapi kenapa dia berdampak cukup besar karena kondisi bangunan di sana kurang standar. Sehingga dengan getaran 4,2 kemarin ada sekitar 13 rumah rusak berat, bahkan ada yang roboh,” jelasnya.

Begini kesiapan BPBD Jateng hadapi gempa megathrust