Ekbis

111 Produsen Bertemu 99 Pembeli, TPID Jateng Siapkan Strategi Stabilkan Harga Pangan dan Inflasi

×

111 Produsen Bertemu 99 Pembeli, TPID Jateng Siapkan Strategi Stabilkan Harga Pangan dan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker bahan pokok penting sebagai upaya menekan inflasi di Jateng
Foto bersama penandatanganan kerjasama antar daerah dengan BUMP produsen komoditi pangan di Jateng. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker bahan pokok penting sebagai upaya menekan inflasi di Jateng.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Tengah.

Hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Nur Nugroho, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya terlebih dahulu sebelum memasok ke provinsi lain.

“Harapannya terjadi kerja sama yang kuat antara bupati dan wali kota, produsen, serta offtaker sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga. Output akhirnya tentu inflasi Jawa Tengah bisa terkendali,” kata Luthfi.

BACA JUGA: BI Dorong Furnitur Jepara Mendunia Lewat CJFACE 2026, Perkuat UMKM dan Industri Halal Jateng

Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Menurutnya, penguatan distribusi pangan antardaerah melalui kerja sama dan aglomerasi wilayah menjadi kunci menjaga pasokan tetap stabil sepanjang tahun.

BI Jateng: Distribusi Efisien Jadi Kunci Stabilitas Harga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Nur Nugroho, mengatakan pertemuan bisnis ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang mendorong efisiensi distribusi pangan oleh TPID Jateng.

“Kami mempertemukan produsen dengan offtaker agar rantai distribusi lebih efisien dan harga pangan lebih terkendali di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, para pembeli besar dapat langsung menjalin kerja sama dengan produsen pangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah tanpa rantai distribusi yang terlalu panjang.

Dari hasil temu bisnis, komoditas yang paling banyak diminati offtaker adalah beras, minyak goreng, dan cabai.

Sementara dari sisi produsen, pasokan terbesar datang dari komoditas cabai dan beras.

– Beras: 30 peminat, 28 produsen

– Minyak goreng: 24 peminat, 2 produsen

– Cabai: 25 peminat, 33 produsen

– Bawang merah: 13 peminat, 20 produsen

– Jagung: 4 peminat, 25 produsen

– Telur ayam: 3 peminat, 4 produsen

Nugroho berharap pertemuan ini menghasilkan transaksi nyata dan kerja sama jangka panjang antarwilayah.

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini tercapai komitmen perdagangan yang konkret. Kami juga menyiapkan database agar koordinasi antar-TPID lebih optimal,” katanya.

Semarang dan Klaten Jadi Daerah dengan Kebutuhan Kerja Sama Tertinggi

Secara kewilayahan, Kabupaten Klaten dan Kota Semarang tercatat memiliki potensi kebutuhan kerja sama terbesar dengan masing-masing 11 potensi kerja sama.

Sementara dari sisi produsen, Kabupaten Demak dan Grobogan menjadi daerah dengan potensi pasokan tertinggi.

Dalam acara tersebut juga terlaksana penandatanganan kerja sama antara Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Kalingga Makmur Sejahtera Kabupaten Jepara dengan Gapoktan Karya Manunggal Kabupaten Rembang untuk komoditas beras.

Selain itu, kerja sama antardaerah di wilayah Banyumas Raya juga sepakat untuk komoditas cabai, beras, jagung, bawang merah, dan minyak goreng. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp