SEMARANG, beritajateng.tv – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah mempertemukan 111 produsen dan 99 offtaker bahan pokok penting sebagai upaya menekan inflasi di Jateng.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Tengah.
Hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Nur Nugroho, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya terlebih dahulu sebelum memasok ke provinsi lain.
“Harapannya terjadi kerja sama yang kuat antara bupati dan wali kota, produsen, serta offtaker sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga. Output akhirnya tentu inflasi Jawa Tengah bisa terkendali,” kata Luthfi.
BACA JUGA: BI Dorong Furnitur Jepara Mendunia Lewat CJFACE 2026, Perkuat UMKM dan Industri Halal Jateng
Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi TPID dan Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Menurutnya, penguatan distribusi pangan antardaerah melalui kerja sama dan aglomerasi wilayah menjadi kunci menjaga pasokan tetap stabil sepanjang tahun.
BI Jateng: Distribusi Efisien Jadi Kunci Stabilitas Harga
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Nur Nugroho, mengatakan pertemuan bisnis ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang mendorong efisiensi distribusi pangan oleh TPID Jateng.
“Kami mempertemukan produsen dengan offtaker agar rantai distribusi lebih efisien dan harga pangan lebih terkendali di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, para pembeli besar dapat langsung menjalin kerja sama dengan produsen pangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah tanpa rantai distribusi yang terlalu panjang.
Dari hasil temu bisnis, komoditas yang paling banyak diminati offtaker adalah beras, minyak goreng, dan cabai.





