BLORA, beritajateng.tv – Sekitar 7.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, harus bersabar menghadapi krisis air bersih. Pasalnya, pipa utama berdiameter 16 inci di ruas jalan nasional Blora-Cepu, tepatnya di sekitar Jembatan Kendilan, Kecamatan Sambong, mengalami putus total.
Kerusakan pipa berbahan High Density Polyethylene (HDPE) ini telah berlangsung hampir sepekan dan berdampak luas pada pelanggan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sambong, Jiken, Jepon, dan Blora.
Direktur PDAM Blora, Yan Riya Pramono, menjelaskan bahwa perbaikan pipa menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Pipa tersebut tertanam di kedalaman 6 hingga 8 meter di bawah permukaan jalan nasional, sehingga memerlukan pengerjaan ekstra.
BACA JUGA: Kering Dimana-mana, Lulusan SMAN 1 Blora Salurkan Air Bersih ke Sejumlah Desa
“Pipa ini dulu ԁipasang dengan metode Horizontal Ꭰirectional Drilling (HDD), sehingga untuk menemukannya, kami harus melakukan penggalian cukup dalam di bawah lapisan cor jalan,” ujar Yan Riya, Minggu, 21 September 2026.
Saat ini, petugas telah mengerahkan satu unit ekskavator untuk membuka akses dan berhasil menemukan titik kebocoran.
Pihaknya tengah melakukan proses penyambungan kembali sesuai prosedur teknis agar sambungan pipa memiliki ketahanan yang kuat saat ԁialiri air bertekanan tinggi.
Terkait lamanya proses perbaikan, Yan Riya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Ia menargetkan distribusi air akan kembali normal secara bertahap dalam empat hari ke depan.
BACA JUGA: Resmikan Queen Latifa Hospital Semarang, Gus Yasin Dorong Jawa Tengah jadi Tujuan Medical Tourism
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami berupaya maksimal agar perbaikan ini selesai dalam empat hari ke depan, sehingga distribusi air bisa kembali normal,” tambahnya.
Selama masa perbaikan, warga terdampak terpaksa mencari sumber air bersih alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga juga masih menantikan bantuan distribusi air bersih dari pihak terkait untuk meringankan beban mereka selama masa gangguan layanan berlangsung. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





