SEMARANG, beritajateng.tv – Musim kemarau di Jawa Tengah ԁiprediksi masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Hampir seluruh wilayah di provinsi ini saat ini berada dalam kondisi kering dengan curah hujan yang jauh di bawah angka normal.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa kondisi ini sesuai dengan prediksi BMKG sebelumnya, di mana sifat hujan pada musim kemarau tahun ini berada di bawah rata-rata klimatologisnya.
“Hampir seluruh wilayah Jawa Tengah masih mengalami kemarau. Sifat hujannya di bawah normal, artinya curah hujan yang turun jauh lebih sedikit daripada rata-rata biasanya,” ujar Ferry saat beritajateng.tv temui di kantornya, Minggu, 20 September 2026.
Ferry menambahkan, puncak musim kemarau tahun ini terjadi sejak Juni hingga September. Pada bulan ini, sejumlah daerah masih berada di fase puncak, terutama di wilayah Solo Raya.
Kondisi paling kering tercatat di Kabupaten Sragen yang telah mengalami 130 hari tanpa hujan. Wilayah lain yang mengalami kondisi serupa adalah Kabupaten Wonogiri dengan 129 hari dan Kabupaten Klaten selama 117 hari tanpa hujan.
BACA JUGA: Embung Sambongan Desa Jepangrejo Blora Kering, Nasib Petani Jagung Bagaimana?
Wilayah Pegunungan Tengah Lebih Sering Diguyur Hujan
Berbeda dengan wilayah Solo Raya, beberapa daerah di kawasan Pegunungan Tengah Jawa Tengah justru lebih sering ԁiguyur hujan.
“Wilayah yang relatif masih sering turun hujan terutama di kawasan Gunung Slamet, seperti Purbalingga, Banyumas, serta area Dieng dan sekitarnya. Wilayah Batang juga sempat mengalami hujan, meski tidak merata di seluruh daerah,” jelas Ferry.
Terkait fenomena El Nino, Ferry menuturkan bahwa dampaknya di Jawa Tengah ԁiperkirakan masih terasa hingga Oktober.
Namun, ia memberi sinyal harapan bahwa mulai akhir Oktober hingga awal November, sejumlah wilayah ԁiprediksi mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan. Meski demikian, transisi ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA: Sawah Kering, Bapanas Salurkan Beras Beras ke Warga Mlangsen Blora





