Hukum & Kriminal

Pelaku Penggandaan Uang yang Tipu Warga Gunungpati Residivis Kasus-Modus Sama, Beraksi Lintas Provinsi

×

Pelaku Penggandaan Uang yang Tipu Warga Gunungpati Residivis Kasus-Modus Sama, Beraksi Lintas Provinsi

Sebarkan artikel ini
Penggandaan Uang Semarang
Dua tersangka penggandaan uang yang diamankan Polrestabes Semarang. (Foto: Dok. Polrestabes Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dua pelaku penipuan bermodus penggandaan uang, Sanudin (47) dan Adi Suardi (38), ternyata residivis dengan kasus dan modus yang sama. Keduanya ditangkap polisi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, usai merugikan HS (53), warga Gunungpati, Kota Semarang, senilai Rp123 juta.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani, mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah korban melaporkan dugaan penipuan bermodus penggandaan uang.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui keberadaan kedua pelaku berada di wilayah Magetan untuk menemui korban selanjutnya. Tim kemudian bergerak ke Jawa Timur untuk melakukan penangkapan.

“Posisi pelaku ada di sana juga dalam rangka menjemput bola. Modus operandi pelaku adalah memasang akun-akun di medsos. Ada calon korban yang berada di Jawa Timur sehingga pelaku jemput bola ke Magetan, Jawa Timur untuk mencoba menggandakan uang,” kata Jumani, Kamis, 17 September 2026.

Kedua pelaku ditangkap pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Marsma TNI Anumerta R. Iswahjudi, Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

BACA JUGA: Modus Ritual di Bank, Warga Gunungpati Semarang Kena Tipu Penggandaan Uang Rp123 Juta

Pelaku Penggandaan Uang Ternyata Residivis

Jumani mengungkapkan, kasus tersebut tidak hanya melibatkan kejahatan lintas provinsi. Berdasarkan penelusuran polisi, kedua pelaku juga pernah tersandung perkara sebelumnya.

Keduanya disebut pernah menjalani proses hukum dan telah mendapatkan putusan pengadilan. Bahkan, perkara sebelumnya juga berkaitan dengan modus penggandaan uang.

“Jadi pelaku ini dua orang memang kejahatannya sudah lintas provinsi dan bahkan sebelum melakukan kejahatan ini sebelumnya pernah melakukan kejahatan lain di tempat lain dan sudah mendapatkan putusan sehingga bisa kita kategorikan bahwa pelaku ini adalah residivis,” ungkapnya.

Menurut Jumani, modus yang digunakan dalam perkara sebelumnya juga memiliki kemiripan dengan kasus yang kini ditangani Polrestabes Semarang.