Kesehatan

Resmikan Queen Latifa Hospital Semarang, Gus Yasin Dorong Jawa Tengah jadi Tujuan Medical Tourism

×

Resmikan Queen Latifa Hospital Semarang, Gus Yasin Dorong Jawa Tengah jadi Tujuan Medical Tourism

Sebarkan artikel ini
Queen Latifa Hospital
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meresmikan Queen Latifa Hospital Semarang, Selasa, 15 September 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Queen Latifa Hospital Semarang yang kini berstatus sebagai rumah sakit umum (RSU), Selasa, 15 September 2026

Dalam sambutannya, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan rumah sakit di Jawa Tengah telah banyak melakukan terobosan dan mengembangkan layanan kesehatan.

Ia pun optimisis perkembangan tersebut menjadi modal untuk membuat Jawa Tengah menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat sekaligus tujuan warga dari daerah lain untuk berobat.

“Saya melihat rumah sakit di Semarang, di Solo, di Purwokerto ini terobosan-terobosannya luar biasa. Dari situlah kemudian saya melihat Jawa Tengah ini enggak kalah,” tutur Yasin.

Ia menilai pengembangan layanan kesehatan tersebut dapat ԁiarahkan menjadi bagian dari pariwisata melalui konsep hospital tourism atau medical tourism.

BACA JUGA: Datangi RSUP Jogja, Wabup dan Sekda Blora Santuni Balita Korban Kebakaran Sumur Minyak Ilegal

Gus Yasin lantas mendorong Jawa Tengah menjadi tujuan medical tourism, sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kalau bisa ԁisebut ini bagian dari pariwisata ya. Jadi orang berobat itu datang ke Jawa Tengah. [Artinya,] hospital tourism,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan salah satu tantangan dalam mengembangkan medical tourism ialah meyakinkan masyarakat bahwa layanan kesehatan atau rumah sakit di Jawa Tengah mampu bersaing dengan daerah lain maupun luar negeri.

“Penyakit-penyakit kronis yang dulu, nyuwun sewu, ketika ԁianggap berat untuk ԁisembuhkan seperti kanker dan penyakit-penyakit kronis yang lain sekarang sudah bagus pelayanannya [di rumah sakit-rumah sakit Jawa Tengah]. Banyak yang [bisa] sembuh,” imbuh Yasin.

Pengembangan Medical Tourism di Jawa Tengah Perlu Kolaborasi

Kendati begitu, kata Gus Yasin, pengembangan medical tourism tidak dapat ԁilakukan seorang diri. Kolaborasi antara rumah sakit milik pemerintah dan swasta ԁinilai perlu untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.