SEMARANG, beritajateng.tv – Pengurus Yayasan SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, mengaku telah menginvestigasi terkait dugaan perundungan siswa di lingkungan sekolah tersebut.
Kepala Kepala SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Yosita Kumalasari, mengatakan, pihak yayasan mengambil langkah- langkah guna menangani dugaan perundungan atas salah satu siswa kelas IV Ahmad Dahlan.
Berdasarkan investigasi tersebut, kata dia, peristiwa dugaan perundungan berawal dari kegiatan pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di kelas IV Ahmad Dahlan.
“Awalnya dari pembelajaran PJOK,” kata Yosita Kumalasari, di SD Hj Isriati Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 28 September 2026.
BACA JUGA: Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran jadi Korban Perundungan, Pelakunya dari Anak Pengurus Yayasan
Kronologinya, kata Yosita Kumalasari, ada pengambilan nilai dari murid yang terbagi menjadi dua tim. Tim yang mendapatkan nilai terbanyak kemudian melakukan selebrasi di depan tim yang kalah.
Tim yang kalah merasa tidak terima dan itu berlanjut pada pekan berikutnya, tepatnya di hari Rabu 23 September 2026. Saat itu terjadu usai ada kegiatan sholat zuhur berjamaah di musala sekolah.
“Dalam kejadian di kelas dua, tim murid laki- laki ada yang mengajak tim lain untuk berantem- beranteman atau perang- perangan. Akhirnya dari yang awalnya hanya main- main kemudian ada yang bertengkar beneran,” katanya.
Orang Tua Telepon Wali Kelas
Kemudian pada Rabu malam ada orang tua yang menelpon wali kelas atas apa yang dialami oleh anaknya. Sehingga pada Kamis 24 September 2026 siang Yosita dan wali kelas kemudian mengumpulkan para murid.
Hal Ini untuk mengetahui kronologisnya dari para murid yang mengetahui peristiwa tersebut. Pada hari yang sama Yosita dan beberapa guru sekolah juga menjenguk korban di rumahnya.
Saat itu mereka bertemu dengan ibu korban. Dia sempat menunjukkan ada luka lebam dan bibirnya mengalami bengkak.





