Ia menilai, inisiatif komunitas difabel sangat penting untuk menjembatani hambatan itu.
“Apa yang Roemah Difabel lakukan, yang Bu Novi ketuai ini, luar biasa. Beliau sangat empati, dan karena kepekaan beliau, beliau senantiasa menciptakan kegiatan-kegiatan yang bisa mendorong semangat kemudian juga memberikan peluang-peluang berwirausaha bagi saudara-saudara difabel,” lanjutnya.
Isriadi juga menyebut, secara regulasi dan dukungan dari pemerintah, lapangan kerja bagi difabel terbuka lebar.
BACA JUGA: Yohan Pribadi Wikanto, Difabel Tuna Rungu Buktikan Kemerdekaan Lewat Prestasi Seni Lukis
“Sangat terbuka lebar ya, karena di ketentuan perundang-undangan pun juga ada kuota untuk saudara-saudara difabel bekerja di pemerintahan, di BUMD. Pak Gubernur juga komit itu,” ucapnya.
Namun, Isriadi juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi difabel.
“Yang perlu saudara-saudara difabel pahami, tentunya semua peluang itu juga harus mereka ikuti dengan potensi ataupun keahlian yang harus rekan-rekan difabel miliki,” tegasnya.
Ia mencontohkan, semangat salah satu peserta Edukasi Sensibilitas Difabel dan Ruang Isyarat di Aula Dinas Sosial Jateng, Minggu, 12 Oktober 2025, merupakan difabel netra sekaligus mahasiswa jurusan Bahasa Inggris semester 7.
“Semangatnya luar biasa ya, saya harap dia terus semangat untuk bisa jadi lulusan terbaik. Mudah-mudahan nanti kami bisa membantu untuk membuka peluang supaya yang bersangkutan bisa tetap berkarya sesuai dengan potensi yang dia miliki,” pungkas Isriadi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





