JatengKesehatan

Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting

×

Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tentang Stunting
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) dalam konferensi pers Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Dia meminta kabupaten/kota lain mempelajari langkah yang dua daerah tersebut untuk kemudian ada penerapan sesuai kebutuhan masing-masing daerah dalam penanganan stunting.

BACA JUGA: Abon Lele Pawon Mbok Kumpul, dari Semarang terbang ke Australia

“Memang ada tiga kabupaten kota yang rentang kendalinya jauh di antaranya adalah Wonosobo, Purbalingga dan Banjarnegara. Ini nanti akan kami intervensi dengan dinas terkait,” ucapnya.

Tak cuma itu, Luthfi turut meminta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk melakukan pendekatan ATM. Maksudnya yakni amati, tiru, dan modifikasi untuk penanganan stunting.

“Sudah saya perintahkan kepada dinas kita untuk ATM, jadi amati, tiru, modifikasi,” kata dia.

Adapun secara provinsi, Luthfi mengatakan, Jawa Tengah saat ini memiliki capaian prevalensi stunting sebesar 9,77 persen.

Stunting di Wonosobo, Purbalingga, dan Banjarnegara, Apa Sikap Pemprov Jateng?

Luthfi mengatakan, dinas terkait di Pemprov Jatwng harus segera lakukan penanganan terhadap daerah dengan capaian stunting yang masih tinggi. Dia mengatakan, Pemprov Jateng akan akan mempelajari penanganan stunting seperti di Kabupaten Demak danSemarang.

“Seluruh dinas kita nanti akan kita keroyok untuk belajar kepada Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang. Nantinya agar kabupaten lain bisa menirunya,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Perlu kolaborasi mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa.

BACA JUGA: 5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang

“Penanganan stunting itu tidak bisa sendiri. Maka butuh kolaboratif government yang kita ciptakan dari mulai pemerintah pusat melakukan apa, kemudian provinsi, kabupaten/kota sampai di tingkat desa,” kata Luthfi.

Dia mengatakan, butuh dukungan dari berbagai pihak di Jawa Tengah untuk penanganan stunting. Di antaranya melalui Baznas dan program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng.

Luthfi meminta penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung target Indonesia Emas 2045.