SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi balap liar remaja di bulan Ramadhan 14444 H terjadi di sejumlah wilayah hukum Polres Semarang, Kabupaten Semarang. Polsek Semarang menindak tegas dan meningkatkan kuantitatas patroli kewilayahan, Sabtu (25/03/2023).
Kasat Lantas Kapolsek Semarang, AKP Dwi Himawan C menuturkan bahwa aksi balap liar remaja tersebut mulai menyeruak menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari.
“Sesuai dengan perintah Kapolres Semarang khususnya pada saat bulan Ramadhan ini dan meningkatkan kenyamanan menjalankan ibadah puasa, untuk jajaran lalu lintas melaksanakan patroli pada saat menjelang buka puasa. Selain itu, setelah pelaksanaan sahur untuk mengantisipasi terjadinya balap liar ataupun kemacetan pada titik-titik tertentu,” tutur Kasat Lantas Polres Semarang.
Terkait dengan mulai munculnya balap liar remaja di sejumlah titik Kabupaten Semarang, masyarakat harus tetap waspada dan tertib berlalu lintas. Meskipun memasuki bulan Ramadhan, tidak mengurangi kemungkinan terjadinya laka lantas. Selain itu, sepeda motor harus tetap menggunakan knalpot standart.
BACA JUGA: Viral Medsos Video Balap Liar di Blora, Polisi Kesulitan Selidiki Kasus
Aksi Balap Liar Remaja Masih Mengakar Hingga Sekarang
Berdasarkan informasi yang terhimpun awak media beritajateng.tv, daerah yang sering menjadi arena balap liar yakni Jalan Raya Undaris. Lalu di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) sampai Ngampin, Kecamatan Ambarawa. Kemudian di Jalan Raya sepanjang Bendungan atau PLTA Timo di Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, serta Jalan Raya Desa Patemon sampai Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Belum lama ini, aksi balap liar remaja tersebut terjadi di Jalan Jalan Raya Undaris atau sepanjang Jalan Diponegoro Ungaran. Dari laporan masyarakat, Polsek Semarang langsung turun lapangan untuk membubarkan aksi nekat para remaja itu.
“Aksi balap yang dilakukan sejumlah remaja, di Jalan Jalan Raya Undaris atau sepanjang Jalan Diponegoro Ungaran, kerap dilakukan, rata-rata mereka beraksi tengah malam. Motor mereka, sebagian besar memakai knalpot brong, ” kata Budi (44th), salah satu warga sekitar lokasi.
Sementara itu, menurut keterangan salah satu sopir truk yang saat melintas, Sugeng (25th), mengatakan, “Aksi meraka sangat membahayakan karena mereka pasti memberhentikan kendaraan yang melintas, tetapi saat petugas Polisi tiba di lokasi balap liar, Mereka “kocar-kacir” melarikan diri. Harapan kami, tidak henti-hentinya petugas selalu memantau dan merazia mereka. Ulahnya itu sangat membahayakan pengguna jalan raya, ” kata Sugeng.
Aksi balap liar remaja bukan hanya menjadi masalah di daerah Semarang. Ada banyak daerah lain di Indonesia yang masih menghadapi kasus serupa. Hal tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi stakeholder agar menghentikan aksi ini hingga ke akar-akarnya (*).





