SEMARANG, beritajateng.tv – Tindakan oknum suporter Persijap Jepara yang diduga lakukan penganiayaan terhadap warga di kawasan Kabupaten Kudus membuat heboh banyak pihak.
Kericuhan suporter Persijap Jepara berlangsug di Jalan Lingkar Selatan, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Minggu, 1 Desember 2024.
Insiden yang meresahkan ini pun viral di media sosial. Video CCTV beredar. Dari sana, tak sedikit warganet yang merespons kejadian ini kepada Ketua PSSI, Erick Thohir.
Terlihat di Instagram, dalam kolom komentar sebuah akun bernama @nusaliga, tampak sejumlah netizen meminta agar kasus itu diusut tuntas.
’’Persijap vs persipa yg kena korban warga kudus @erickthohir,’’ tulis dkydhrmwnnn_.
BACA JUGA: Viral Aksi Brutal Suporter Persijap Jepara di Kudus, Keroyok Warga Hingga Terluka Parah?
Sejumlah netizen meminta agar kasus itu di usut tuntas dan ada sanksi berat.
’’@erickthohir sanksi tegas pak,’’ ucap akun instagram andanuedo96.
Beberapa juga menyoalkan kebijakan larangan away. Sebab, masih ada kelompok suporter yang tetap bertandang.
’’Larangan away pie iki @pssi @erickthohir @liga2match,’’ tulis sugasi_id
Bahkan, ada netizen yang meminta agar klub Persijap Jepara langsung didegradasi.
’’@persijap_jepara langsung degradasi ajah gimanah?,’’ tulis akun ardians_24.
Oknum suporter serang warga hingga luka parah
Sebelumnya, oknum suporter Persijap Jepara melakukan aksi brutal terhadap warga di Kudus.
Oknum suporter tersebut menyerang warga dan melempari rumah serta sekolah dengan batu.
Karena aksi anarkis tersebut, seorang warga mengalami luka cukup parah hingga harus masuk ke rumah sakit.
Aksi ini terekam kamera pengawas CCTV, dalam video tersebut, tampak rombongan konvoi suporter tersebut yang beringas melakukan tindakan anarkis.
BACA JUGA: Aipda Robig Penembak Siswa Semarang Telah Lakoni Sidang Etik, Sanksi Bisa Pemberhentian Tidak Hormat
Sebagai informasi, rombongan suporter Persijap Jepara tersebut usai melawan Persipa Pati terlihat memenuhi jalur Pantura di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu, 1 Desember 2024 malam.
Sambil menyalakan flare dan kembang api aksi oknum suporter berbuat anarkis hingga menyerang warga di perkampungan sehingga warga berlarian. (*)













