“(Pak Pacul pernah bermasalah dengan undangan?) Ini ya kalau dulu memang sengaja, saya akui. Misalnya Bambang Pacul itu gak suka Pak Ganjar, saya tidak suka pada perilakunya. Tetapi ketika ketua sudah memutuskan, gua urus, gua gak tolahtoleh, clear itu. Saya bukan pengambil keputusan politik kok. Saya pelaksana tugas keputusan politik,” tegasnya.
Namun, untuk pertemuan kepala daerah se-Jateng kemarin, ia tegaskan sudah tak ada sangkut pautnya terkait hal itu.
“Enggak ada, udah selesai. Nomor satu sebagai politisi gak boleh sakit hati, kalau di politisi kau suka sakit hati, maka kamu nanti susah hidupmu. Rugi sendiri,” ucapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




