Ekbis

Anggap Besar Pengaruhnya, Pengusaha Tekstil di Semarang Keluhkan Banjir Impor Produk China

×

Anggap Besar Pengaruhnya, Pengusaha Tekstil di Semarang Keluhkan Banjir Impor Produk China

Sebarkan artikel ini
Tekstil Jawa Tengah
Putra pemilik PT. Pantjatunggal Knitting Mill, Sandi Anwar, saat dijumpai di pabriknya, Kota Semarang, Rabu, 9 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Alhamdulillah kami bisa pekerjakan karyawan banyak di sini. Dengan adanya pabrik tetap berjalan, mereka gak kehilangan mata pencaharian mereka. Kami mempunyai niat untuk mempertahankan perusahaan ini,” jelasnya.

Curhat soal UMR hingga keluhkan banyak pabrik yang pindah ke Solo-Salatiga

Lebih lanjut, Sandi berharap gubernur-wakil gubernur terpilih nantinya untuk tak mempersulit perizinan usaha.

“Sarannya untuk tax jangan terlalu mahal, permudah perizinan,” terangnya.

BACA JUGA: Ramai Investor di Tengah Badai PHK Industri Tekstil, Apa yang Terjadi di Jawa Tengah?

Sementara itu, Sandi pun turut mengeluhkan soal upah minimal regional (UMR). Ia mengaku, ada sedikit kendala dengan UMR di Jawa Tengah, utamanya Kota Semarang.

“Kenapa sekarang pabrik-pabrik itu sudah lari ke Solo, Salatiga, Jepara? karena upah dari buyer kami gak pernah naik. Kalau naik pun sedikit, sedangkan UMR kita tiap tahun naik,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp