SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota DPR RI Komisi II, Riyanta, mengambil formulir pendaftaran calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah di Panti Marhaen, Kota Semarang, Kamis, 23 Mei 2024 sore.
Pantauan beritajateng.tv, Riyanta ditemani sang istri saat mengambil formulir. Politikus yang berasal dari Dapil III Jawa Tengah (Grobogan, Blora, Rembang, dan Pati) itu tiba di Panti Marhaen pada pukul 15.00 WIB.
Usai mengambil formulir pendaftaran, Riyanta membeberkan alasannya mendaftar sebagai Cawagub Jawa Tengah 2024-2029 lewat PDI Perjuangan.
“Saya politisi, ketika politisi sudah berkarier sampai DPR RI, mereka ingin menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk hal yang sifatnya bermanfaat,” ujar Riyanta.
Advokasi pihaknya kepada masyarakat yang membutuhkan, menurut Riyanta, jadi modalnya maju sebagai Cawagub Jawa Tengah lewat PDI Perjuangan.
BACA JUGA: Pendaftaran Cagub-Cawagub: Bambang Pacul dan Hendi Ambil Formulir? Ini Kata PDIP Jateng
“Di DPR RI berkaitan dengan pengawasan. Alhamdulilah bersama aktivis perjuangan, kita banyak kasih advokasi sosial,” bebernya.
Saat menanggapi perihal restu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Riyanta pun menilai pihaknya akan mendapat respons positif.
“Bu Mega sangat senang ketika kader partai dapat menggunakan kesempatan untuk berkarier secara politik. Apalagi PDIP itu parpol matang. Semuanya akan dipertimbangkan,“ jelasnya.
Riyanta menegaskan bahwa pihaknya tak akan mendaftar lewat partai politik lain. Ia pun mengungkap alasannya tak mendaftar calon gubernur (Cagub).
“Sekarang melihat perkembangan. Ada satu proses internal, akan jadi pertimbangan,” papar Riyanta.
Jalan rusak di Jawa Tengah jadi prioritas Riyanta
Jika pihaknya mendapat rekomendasi untuk maju sebagai Cawagub dari PDI Perjuangan, Riyanta mengungkap perbaikan jalan di Jawa Tengah akan menjadi prioritasnya.
Bukan tanpa alasan, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), tutur Riyanta, menjadi pemasukan Jawa Tengah yang utama.
Sehingga, dalam hematnya, hal itu mesti didukung oleh infrastruktur jalan yang baik bagi masyarakat.
BACA JUGA: Eks Wagub Jateng Heru Sudjatmoko Daftar Cawagub lewat PDIP, Beberkan Alasan Enggan Maju Cagub
“[Skala prioritas] bagaimana jalan itu selesai. Kalau cagub dan cawagub muluk-muluk, bagaimana mengentaskan kemiskinan, dari dulu sampai sekarang masyarakat bergerak sendiri,” akunya.
Berkaca dari PKB sebagai potensi pendapatan tertinggi Jawa Tengah, menurutnya, infrastruktur jalan mesti terselesaikan.
“Kalau lihat potensi sumber pendapatan daerah dari PKB, tentu jalan itu harus beres,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




