Jateng

Angin Kencang Semarang Dipicu 3 Bibit Siklon Tropis, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 7 Maret

×

Angin Kencang Semarang Dipicu 3 Bibit Siklon Tropis, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga 7 Maret

Sebarkan artikel ini
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, saat ditemui di kantornya, Kamis, 5 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Risca menjelaskan angin kencang sering muncul saat terjadi perubahan cuaca yang mendadak, misalnya dari kondisi cerah kemudian tiba-tiba menjadi gelap dan hujan.

“Biasanya angin kencang terjadi karena perubahan cuaca yang mendadak. Dari cerah kemudian tiba-tiba menjadi gelap dan hujan, sehingga berpotensi memunculkan angin kencang,” tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampaknya, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beserta dampaknya. Perbarui informasi cuaca dari sumber terpercaya dan ikuti arahan pemerintah setempat apabila terjadi bencana,” katanya.

BACA JUGA: Angin Kencang Landa Kota Semarang, BMKG Ungkap Kecepatannya Tembus 30-50 Km/Jam

Selain itu, warga juga mesti memperhatikan kondisi bangunan tempat tinggal. Terutama bagian atap rumah yang sudah lemah, serta mengecek kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Sebelumnya, hujan deras berangin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu, 4 Maret 2026 sore, yang menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai wilayah.

Dalam waktu singkat, sedikitnya lebih dari 80 titik pohon roboh dan menimbulkan gangguan di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum.

Data sementara yang terhimpun menunjukkan titik terdampak tersebar di sejumlah lokasi. Di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, kawasan Kota Lama, hingga wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.

Di beberapa titik seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo bahkan tercatat lebih dari satu pohon tumbang.

Pemerintah Kota Semarang langsung mengerahkan tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, relawan, serta warga setempat untuk mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan akses jalan yang sempat tertutup. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp