Gaya Hidup

Angkat Isu KDRT dari Perspektif yang Berbeda, Begini Sinopsis Film Samawa

×

Angkat Isu KDRT dari Perspektif yang Berbeda, Begini Sinopsis Film Samawa

Sebarkan artikel ini
Film Samawa
Film Samawa. (instagram/@travelstoriespictures)

SEMARANG, beritajateng.tv – Samawa salah satu film bioskop terbaru yang kini bakal tayang pada 27 Februari 2025 mendatang.

Ada yang menarik dari film bioskop yang satu ini, yakni mengangkat sebuah isu rumah tangga yang tak biasa. Film tersebut berisi tentang bagaimana kekerasan dalam rumah tangga namun sang istri memilih untuk tetap bertahan.

Wah, sangat jarang bukan kisah seperti ini kita temukan dalam sebuah pernikahan. KDRT yang umumnya berujung perceraian justru kini masih mau mempertahankan.

BACA JUGA: Anak Kunti Akhirnya Tayang di Bioskop, Begini Perbedaannya dengan Film Horor Lainnya

Sembari menunggu tayangnya di bioskop, yuk simak berikut ini informasi terkait sinopsis dari film tersebut.

Sinopsis Film Samawa

Menyajikan kisah seorang perempuan bernama Yura yang kini memiliki sifat emosional. Ia sejak kecil kini tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Jawa.

Seperti orang Jawa pada umumnya yang masih begitu tradisional, tentu pernikahan terpandang sebagai sesuatu yang begitu sakral.

Maka dari itu, apabila seseorang sudah berani untuk membangun rumah tangga dalam ikatan pernikahan kini wajib hukumnya untuk sanggup menjaga ikatan tersebut.

Sayangnya, Yura menjalin sebuah pernikahan dengan kehidupan yang jauh dari bayangannya selama ini. Bukan justru kebahagiaan yang ia dapat, justru luka dan memaksakannya harus bisa beradaptasi dengan luka tersebut.

Suaminya terus menerus membuat kesalahan yang membuat rumah tangga mereka kini tidak lagi harmonis. Namun Yura dilema keras atas nilai-nilai pernikahan yang sudah diajarkan keluarganya selama ini.

BACA JUGA: Mengusung Genre Kuliner! Berikut Sinopsis Film Bioskop Rahasia Rasa

Apapun yang terjadi, Yura terpaksa harus tunduk kepada suami tanpa memperhatikan luka yang ada di hatinya. Tak hanya itu, ia juga harus bisa menyembuhkan luka tersebut sendirian baik luka batin maupun fisik.

Lantas, sampai kapan kira-kira Yura akan terus menerus mengalami hal demikian? Apakah kesabarannya tidak bisa terbayarkan dengan sebuah kebahagiaan dalam rumah tangga seperti apa yang ia impikan?