BACA JUGA: Alih Fungsi Lahan Pertanian di Grobogan Tertinggi, Kontribusi Pangan Jawa Tengah Terancam Turun
Luthfi bilang, pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang dapat jalan secara mendadak ketika harga sudah melonjak.
Oleh karenenya, pemerintah daerah harus memiliki pemetaan stok, kebutuhan, serta jalur distribusi bahan pangan untuk mengantisipasi gejolak harga sejak dini.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Luthfi juga menyerahkan secara simbolis dukungan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah kepada 10 kelompok penerima.
BACA JUGA: Wali Kota Agustina Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Warga, Semarang Punya 199 Kelompok Urban Farming
Di antaranya Gapoktan Maju Makmur Magelang, Kelompok Perikanan Sumber Rejeki Temanggung, Poktan Ngudi Mulyo Kabupaten Semarang, Poktan Sidukuh Pemalang, dan Poktan Margodadi Batang. Penerima lainnya berasal dari Temanggung, Banjarnegara, Banyumas, Sukoharjo, dan Klaten.
Selain itu, ada penandatanganan kesepakatan bersama mengenai pasokan pangan pokok dalam rangka pengendalian inflasi.
Kerja sama tersebut melibatkan pelaku usaha, koperasi, badan usaha milik petani, kelompok tani, dan petani champion dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kemitraan ini untuk memperkuat rantai pasok, memperlancar distribusi antardaerah, serta menjaga stabilitas harga pangan. (adv)





