SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Sarung Nasional menjadi salah satu hari penting nasional yang diperingati pada tanggal 3 Maret setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu, Presiden RI Joko Widodo menetapkan Hari Sarung Nasional.
Dalam laman resmi Kementerian Agama DKI, Jokowi menetapkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Sarung Nasional pada acara Festival Sarung Indonesia 2019 di Plaza Tenggara GBK, Senayan, Jakarta.
Tokoh asal Jawa Tengah yang lekat dengan sarung salah satunya ialah Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin. Sebagai seorang santri, tentu menurutnya sarung merupakan bagian dari dirinya sendiri.
“Sarung adalah warisan kita, bagian tradisi dari Jawa ya. Sarung sudah lama dipakai, terlebih oleh kalangan pesantren dan itu identik dengan keislaman, kepesantrenan. Sehingga. sudah sepatutnya seorang santri itu nyaman untuk memakai sarung,” ungkap Gus Yasin melalui sambungan WhatsApp, Sabtu 2 Maret 2024.
Selain nilainya sebagai warisan budaya, Gus Yasin bercerita bahwa sosoknya lebih nyaman menggunakan sarung saat beraktivitas. Menurutnya, sarung tak hanya ia gunakan saat acara formal saja.
“Bahkan saat ini juga tidak sedikit warga memakai sarung untuk ke mall-mall. Saya berharap sih nanti (sarung) juga menjadi tren bagi anak-anak muda,” terangnya.
BACA JUGA: Jaga Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama, Taj Yasin Raih Penghargaan SHRK 2023
Pihaknya menampik sarung meninggalkan kesan kuno. Sebab, sarung-sarung asal Indonesia, ujarnya, begitu menarik minat masyarakat internasional. Bahkan, tutur Gus Yasin, di Yaman dan beberapa negara Afrika sangat menyukai sarung buatan Indonesia.
“Bahkan kalau kita pergi ke Yaman dan beberapa negara di Afrika, mereka itu beli sarung dari negara kita loh, yang dari Jawa. Biasanya kita sebut dengan sarung goyor dari Tegal dan Pemalang,” ungkapnya.
Stigma pengguna sarung
Menariknya, saat Gus Yasin menjawab keutamaan sarung, ia mengungkap bahwa orang yang mengenakan sarung ini lekat dengan stigma paham agama.
“Sarung ini identik dengan anak pesantren atau bisa dibilang orang yang tahu akan ilmu agama. Sebab itu, ketika memakai sarung, orang tersebut seperti terjaga dari tindak kejahatan,” jelasnya.
Penggunaan sarung pun tak lepas dari kebijakan Pemprov Jateng yang mengahruskan pegawainya menggunakan pakaian adat setiap hari Kamis.
“Jadi di Jateng setiap Kamis kita selalu pakai pakaian adat. Saya komunikasikan, ketika memakai kemben, itu di bawahnya saya pakai sarung. Mereka senang, bahkan saat ini banyak yang meniru karena dengan kita bawahannya pakai sarung, langkah kita jadi lebih cepat,” terangnya.
BACA JUGA: Hadiri Upacara Hari Santri di Alun-alun Kota Semarang, Taj Yasin: Representasi Kerukunan
Tak hanya itu, Gus Yasin pun mengapresiasi Pemerintah pusat yang menerapkan Hari Sarung Nasional pada 3 Maret.
“Saya berharap dengan adanya Hari Sarung Nasional ini orang-orang yang biasa memakai sarung seperti saya mendapatkan apresiasi dan tempat sehingga bisa memakai sarung dengan nyaman,” ungkap Gus Yasin.
“Dan mungkin kita memakai sarung tidak hanya di kegiatan-kegiatan keagamaan saja, tapi juga kegaiatan hari biasa,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





