Jateng

Atasi Pengangguran, Pemkab Semarang Dorong Revitalisasi BLK Rp 2,9 Miliar

×

Atasi Pengangguran, Pemkab Semarang Dorong Revitalisasi BLK Rp 2,9 Miliar

Sebarkan artikel ini
pemkab semarang revatilisasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengusulkan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengusulkan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Semarang.

Usulan ini ‘dititipkan’ Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat menerima rombongan Anggota Komisi IX DPR RI, di ruang kerjanya, Jumat 12 September 2025.

Menurut bupati, seiring dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, BLK yang Pemkab Semarang kelola ini membutuhkan optimalisasi.

“Sejauh ini, BLK telah berperan dalam mendukung pelatihan bagi calon tenaga kerja,” jelasnya, di hadapan rombongan Anggota Komisi IX DPR RI.

Bupati juga memaparkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Semarang tercatat 25.322 orang atau 3,73 persen dari total jumlah angkatan kerja.

BACA JUGA: Proses Verifikasi Lahan, Sekolah Rakyat di Semarang Baru Buka Pendaftaran untuk Jenjang SD dan SMA

Persentase angka TPT tersebut disebut masih lebih rendah dari angka TPT Provinsi Jawa Tengah. Yang masih berada di atas 4 persen.

Program pelatihan dan peningkatan kapasitas calon tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan capaian Kabupaten Semarang dalam pengurangan TPT tersebut.

Selama ini, program pelatihan bagi calon tenaga kerja ini terlaksana di BLK maupun BLK komunitas, yang ada di Kabupaten Semarang.

“Agar program pelatihan lebih optimal, dalam kesempatan ini kami mengusulkan revitalisasi BLK senilai Rp 2,9 miliar kepada komisi IX DPR RI,” jelas Bupati Semarang.

Terkait kebutuhan penyiapan tenaga kerja, juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Semarang, Ari Prabonoa akui.

Menurutnya, butuh campur tangan pemerintah daerah guna menyelesaikan persoalan rendahnya ketrampilan calon tenaga kerja di daerah ini.

Khususnya calon tenaga kerja di sektor industri garmen, yang kebutuhan tenaga kerjanya cukup banyak di Kabupaten Semarang.

Kepada Komisi IX, Ari juga menyampaikan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. “Khususnya bagi para pekerja di wilayah Selatan Kabupaten Semarang,” jelasnya.

BACA JUGA: Tanggapan Ketua DPRD Kota Semarang Soal Kritik Tunjangan Perumahan Rp60 Juta Per Bulan