Olahraga

Atlet Paramotor Hening Paradigma Tiba-tiba Bela Aceh, KONI Jawa Tengah Siap Layangkan Protes

×

Atlet Paramotor Hening Paradigma Tiba-tiba Bela Aceh, KONI Jawa Tengah Siap Layangkan Protes

Sebarkan artikel ini
atlet paramotor
Atlet cabor paramotor, Hening Paradigma, tampil membela Aceh pada PON 2024. Ia berhasil meraih dua emas untuk Kontingen Aceh. (Foto: Dok. Humas paramotor PON XXI)

SEMARANG, beritajateng.tv – KONI Jawa Tengah akan melayangkan protes pada Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara. Protes tersebut terkait status atlet paramotor Jawa Tengah, Hening Paradigma, yang tiba-tiba memperkuat kontingen provinsi lain.

Sebelumnya, Hening Paradigma berhasil meraih dua medali emas pada cabor paramotor nomor lomba economic foot launch putra dan economic wheel launch putra. Namun, pada PON 2024 ini, Hening ternyata datang untuk membela kontingen Aceh.

Atas hal itu, Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana pun siap melayangkan protes. Sebab, pada PON 2021 Papua lalu, kepada Jawa Tengah Hening mempersembahkan emas beregu cabang paralayang nomor lintas alam beregu.

BACA JUGA: Tim Terbang Layang Jateng PON 2024 Waspadai Kecepatan Angin di Aceh: Capai 20 Km/Jam

“Memang beberapa waktu lalu sempat mengajukan perpindahan, namun kami tolak. Jadi statusnya masih milik Jawa Tengah,” tegas Bona saat melepas atlet Jawa Tengah di Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu, 1 September 2024.

Bona menegaskan, karena permintaan perpindahan Hening tak diterima, maka status Hening yang merupakan atlet binaan Kota Semarang itu masih milik Jawa Tengah. Sehingga, pada PON 2024 ini, ia semestinya masih membela kontingen Jawa Tengah.

“Kami akan meminta Bidang Hukum KONI Jateng untuk membuat langkah-langkah gugatan,” beber Bona.

KONI Jawa Tengah minta penundaan penyerahan medali Hening sang atlet paramoror

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Soedjatmiko, menambahkan, Hening dalam menuju PON 2024 berpindah cabang olahraga ke paramotor. Dan, pada cabang yang baru diikutinya, ternyata menorehkan medali emas.

Berdasarkan keterangan pelatih fisik paralayang, Hening tak pernah hadir dalam persiapan tim menuju PON. Sehingga, nama Hening memang tak terdaftar dalam tim paralayang. Akan tetapi, terlepas dari cabang olahraganya, Hening masihlah atlet Jawa Tengah.

“Apa pun cabang olahraganya, dia masih berstatus sebagai atlet Jateng. Jadi tidak bisa serta-merta ganti cabang olahraga kemudian gugur statusnya sebagai atlet Jateng,” beber Soedjatmiko.

BACA JUGA: Akhirnya! Saddam Dwi Sumbang Medali Pertama Jateng di PON 2024, Pelepas Dahaga Artistik Putra Setelah 24 Tahun

Ia pun mengaku telah berkoordinasi dengan ofisial cabang paramotor di Banda Aceh guna penundaan penyerahan medali.

“Kami meminta agar penyerahan medali ditunda. Sebab status atlet tersebut belum jelas,” tandas Soedjatmiko.

Adapun pada cabor paramotor, Jawa Tengah turut menorehkan medali perunggu lewat Lis Andriana (putri) pada nomor yang sama dengan Hening. Andriana yang merupakan istri almarhum dr. Elisa Manuoke juga pindah dari paralayang ke paramotor. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp