Menyapa Nusantara

Bak Ditelan Kemajuan Zaman, Begini Nasib Pedagang Pasar Tanah Abang di Tengah Pusaran Social Commerce

×

Bak Ditelan Kemajuan Zaman, Begini Nasib Pedagang Pasar Tanah Abang di Tengah Pusaran Social Commerce

Sebarkan artikel ini
social commerce
Para pedagang di Pasar Tanah Abang menyerukan penghapusan "social commerce" yang menjadi salah satu penyebab sepinya Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu, 23 September 2023. (ant)

Yang jadi masalah, menurut Hery, harga barang di platform daring jauh lebih rendah karena kebanyakan barang impor, sangat jauh daripada harga barang yang ada di Pasar Tanah Abang.

Saat mengunjungi pada akhir pekan, Pasar Tanah Abang terlihat sepi dan hanya segelintir orang yang berlalu lalang melihat barang dagangan para penjual di sana.

Bahkan, terdengar beberapa teriakan pedagang yang menyerukan untuk menutup salah satu social commerce di Indonesia. Agresivitas social commerce belakangan ini memang membikin kalang kabut banyak pedagang konvensional, termasuk para saudagar di Pasar Tanah Abang.

“Tutup dong TikTok Shop, tutup saja, tutup. Bagaimana ini, nggak laku terus barang,” ujar Markonah (48) sambil merapikan barang dagangannya.

Perempuan paruh baya tersebut menjual tas dan pakaian di Blok A, blok yang biasanya merupakan bagian paling ramai di antara blok lainnya di Pasar Tanah Abang karena terletak paling depan.

Markonah mengaku beberapa bulan ini dagangannya sepi pembeli, salah satunya karena maraknya penjualan daring yang mulai muncul saat Covid-19 melanda. Jika sebelum pandemi barang dagangannya bisa laku 20-30 buah per hari, kini terkadang dalam satu hari tidak sampai lima buah tas yang laku terjual.

Bukan tak mau berjualan secara daring, rupanya perempuan yang telah memiliki tiga anak dan empat cucu ini mengaku tidak mengerti cara berjualan secara daring. Tak ada pula orang yang bisa mengajari ia untuk berjualan di platform daring.

BACA JUGA: Larang TikTok Shop di Indonesia, Pengamat Ekonomi Dukung Perencanaan Satgas Transformasi Digital

Pengaturan platform jual-beli daring

Jeritan para pedagang di Pasar Tanah Abang itu pun kini menjadi perhatian, terutama usai berbagai permintaan untuk menutup salah satu platform social commerce. Adapun social commerce merupakan platform media sosial yang menjual jasa atau produk, sehingga berbeda dengan e-commerce yang merupakan platform khusus untuk berjualan.