SEMARANG, beritajateng.tv – Baliho bergambar sosok Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, muncul di sejumlah titik.
Hal ini menyiratkan bahwa Ade Bhakti serius untuk maju dalam bursa Pemilihan Walikota (Pilwakot) Semarang 2024.
Dalam baliho tersebut, Ade Bhakti membawa es kelapa muda beserta kelapanya. Serta, bertuliskan “2024 Indonesia Semarang Melaju” serta sebuah pertanyaan “Piye, Isih Kuat??”
Pantuan wartawan, ada baliho bergambar sosoknya di Jalan Majapahit, Jalan Jatingaleh, dan Jalan Madukoro.
Munculnya baliho tersebut membuat warganet berspekulasi Ade Bhakti bakal maju dalam Pemilihan Walikota Semarang (Pilwakot) 2024.
Menanggapi adanya baliho tersebut, Ade mengaku, awalnya tidak mengetahui siapa yang memasang baliho tersebut. Pasalnya, banyak rekannya yang meminta desain foto itu saat ia unggah di media sosial.
“Itu foto tidak sengaja. Mau bukber (buka bersama), ada bakul degan. Biasa Mas Dimas (rekan) bilang tak foto apik. Malah jadi baliho. Abis tak upload di sosmed. Teman-teman ada yang minta desainnya. Saya tanya untuk apa, (bilangnya) edit sitik. Gatau akhirnya malah terpasang di baliho,” jelas Ade.
Dia mengaku, tidak mengetahui saat hari pertama ada baliho tersebut. Justru, dia mengetahui adanya baliho itu dari istrinya saat melewati kawasan Jatingaleh.
“Itu pun yang ngasih tahu istri saya pas jemput sekolah lewat Jatingaleh kemudian di foto. Saya cari info, karena yang minta kan tidak cuma satu,” katanya.
Ade Bhakti Akui Respon Positif Baliho
Ade mengakui, adanya baliho tersebut memunculkan banyak tafsiran dari sejumlah pihak. Bahkan, sebut dia, beberapa rekannya dari partai politik menanggapi baliho tersebut.
“Awalnya foto untuk hepi-hepian. Ternyata, orang menafsirkan banyak, politik dan sebagainya. Bahkan, beberapa teman-teman dari parpol nanya ‘wah wis tenanan ik’ Saya bales ‘tenanan to moso puasane ga tenanan’,” paparnya.
Tak hanya soal politik, Ade mengatakan, banyak juga yang mengomentari baliho tersebut dari berbagai aspek. Antara lain memposisikan sebagai warga semarang, suporter, dan lainnya.
“Banyak yang komen. Sebagai warga Semarang masih kuat tapi ra sui-sui. Ada juga teman-teman dari suporter masih kuat meskipun keluar dari empat besar. Orang menafsirkannya banyak. Padahal hepi-hepian saja. Saya kaget pada ngetag-tag di sosmed,” ujarnya.
Terkait keinginannya maju Pilwakot Semarang, dia menyampaikan tidak memiliki kendaraan politik untuk maju pilwakot.
Dia menegaskan, masih fokus menjalani kariernya menjadi aparatur sipil negara (ASN). Bahkan, saat ini dia masih mengikuti seleksi jabatan pratama eselon 2.
“Saya ASN. Ga punya kendaraan politik, bukan anggota parpol. Saya pikir lihat nanti. Hari ini saya masih ASN dan bekerja di Damkar. Apalagi, masih ikut seleksi eselon 2. Saya pikir fokus itu dulu,” papaenya.
Sejauh ini, Ade Bhakti menekankan, tidak pernah ada keinginan untuk maju Pilwakot Semarang. Sebagai ASN, dia siap ditempatkan tugas dimanapun. (*)
Editor: Elly Amaliyah




