TEGAL, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari pada kawasan wisata Guci usai banjir bandang kembali menimbulkan kerusakan serius di area wisata, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, menyampaikan langkah tersebut fokus pada percepatan penanganan kerusakan. Pemerintah daerah menilai status darurat penting demi keselamatan masyarakat serta pengunjung.
Afifudin menjelaskan kondisi lapangan relatif aman bagi warga sekitar. Tidak terdapat korban jiwa serta tidak ada rumah warga yang mengalami dampak langsung.
“Kami memastikan keselamatan warga tetap terjaga. Kerusakan hanya mengenai fasilitas wisata serta beberapa jembatan,” ujar Afifudin.
BACA JUGA: Pusdataru Jateng Ungkap Alih Fungsi Lahan jadi Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal
Banjir bandang merusak sejumlah fasilitas utama kawasan wisata Guci. Pancoran 13, Pancoran 5, serta pemandian air panas tertutup material pasir serta batu.
Selain fasilitas wisata, tiga jembatan mengalami kerusakan berat. Dua jembatan berada area wisata, sementara satu jembatan menghubungkan Siramp serta Bumijawa.
Pantauan petugas menunjukkan debit Sungai Gung berada kondisi normal. Namun, hujan masih sering turun sekitar kawasan pegunungan Guci.
Akumulasi material banjir memaksa pengelola menutup total beberapa lokasi wisata. Penutupan bertujuan mencegah risiko kecelakaan bagi pengunjung.
Pemkab Tata Ulang Wisata Guci Tegal Pascabanjir Bandang
Afifudin menegaskan pemerintah daerah mulai menyusun rencana penanganan lanjutan. Penataan ulang kawasan wisata menjadi fokus utama pascabencana.
“Kami menyiapkan desain kawasan wisata agar lebih aman setelah bencana. Pembangunan jembatan menunggu puncak hujan berakhir,” kata Afifudin.
Target pembangunan jembatan baru sekitar pertengahan Februari 2026. Pemerintah daerah menyesuaikan jadwal dengan kondisi cuaca wilayah setempat.
Bupati Tegal mengarahkan camat wilayah Bojong serta Bumijawa menyiapkan jalur alternatif. Arahan tersebut membantu mobilitas warga selama jembatan belum berfungsi.
BACA JUGA: Update Banjir Bandang di Guci Tegal: Pancuran 13 Rusak Parah, BPBD Jateng Pastikan Nihil Korban Jiwa
Akses jalan alternatif telah tersedia bagi masyarakat sekitar. Petugas lapangan aktif memberikan panduan rute aman bagi pengguna jalan.
Selain itu, longsor sempat muncul sepanjang jalur Siramp menuju Bumijawa. Jumlah titik longsor mencapai sebelas lokasi rawan.
Tim gabungan BPBD, kepolisian, serta relawan berhasil membersihkan material longsor. Kendaraan kini kembali melintas jalur tersebut secara normal.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Curah hujan tinggi masih berpotensi muncul wilayah selatan Tegal. (*)





