Jateng

Banjir Belum Surut, KH Aminuddin Harap Warga Demak di Pengungsian Bisa Pulang sebelum Idul Fitri

×

Banjir Belum Surut, KH Aminuddin Harap Warga Demak di Pengungsian Bisa Pulang sebelum Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
KH Aminuddin PCNU demak
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, KH Muhammad Aminuddin saat ditemui di kantornya, Senin 25 Maret 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Jelang dua minggu sebelum lebaran, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak, KH Muhammad Aminuddin berharap pengungsi banjir bisa pulang ke rumah masing-masing sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Pasalnya, Aminuddin menuturkan masih banyak warga yang mengungsi lantaran banjir belum surut di beberapa titik. Salah satunya Desa Wonoketingel, Kecamatan Karanganyar.

Saat beritajateng.tv temui langsung di kantornya, Aminuddin menuturkan bahwa ia berharap sekaligus yakin seluruh pengungsi banjir Demak bisa pulang ke rumah masing-masing sebelum lebaran.

“Di Hari Raya Idulfitri besok kita harapkan sudah pulang lah. Kalau belum pulang dan masih di pengungsian kan kita tidak bisa membayangkan betapa sedihnya mereka,” ujar Aminuddin, Senin 25 Maret 2024.

BACA JUGA: Tanggapi Soal Selat Muria yang Ramai Saat Banjir Demak, Ini Kata Badan Geologi Kementerian ESDM

Pasalnya, momentum Hari Raya Idul Fitri selalu merupakan momen untuk berkumpul keluarga dalam setahun sekali. Jika warga terdampak banjir masih tinggal di pengungsian saat itu, maka bagi Aminuddin kebahagiaan Idul Fitri tak dapat dinikmati secara bersama-sama.

“Yang lain bisa berkumpul dengan keluarga, gembira, dan bahagia di Hari Raya Idul Fitri. Namun mereka harus di pengungsian, tidak ada sesuatu yang bisa dinikmati bersama-sama. Insyaallah kita yakin, jelang Hari Raya Idul Fitri mereka sudah kembali pulang,” jelasnya.

Mengungsi sekaligus menjalankan ibadah puasa tentu merupakan hal yang sulit bagi Aminuddin. Namun, pihaknya menyebut PCNU Demak selalu menyediakan dapur umum untuk suplai makanan sahur dan berbuka.

Di luar itu, Aminuddin menuturkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut membagikan 1.000 nasi box untuk warga terdampak banjir Demak.

“Itu nasi box bergantian, dari Kecamatan Dempet, itu luar biasa banjirnya sampai setinggi manusia. Kemudian ada Desa Merak, Karanganyar, (dapat) bantuan bika puasa dari nasi box PKB,” bebernya.

Dahsyatnya banjir kedua buat PCNU Demak sulit dirikan dapur umum

Banjir ini bukan kali pertama bagi warga Demak, melainkan bencana kedua kalinya. Saat banjir pertama, Aminuddin bercerita pihaknya bisa mendirikan dapur umum yang mampu mendistribusikan hingga 60 ribu nasi bungkus.

Dapur umur saat banjir pertama, tutur Aminuddin, berlokasi di Masjid Kalitekuk. Dibantu oleh beberapa pihak mulai dari Fatayat hingga Banser, dapur umur milik PCNU Demak mampu memasak 3,5 kuintal beras per harinya.

Namun sayangnya, banjir kedua yang Aminuddin sebut lebih luas dampaknya membuat dapur umum tak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk banjir kedua wilayah cakupannya jadi luas banget, kita benar-benar lumpuh. Kebanyakan dari warga kami yang mengurus dapur umum terkena banjir, bahkan rumahnya tergenang. Jadi mereka harus mengurus diri mereka sendiri,” akunya.

BACA JUGA: 29 Sekolah Terendam Banjir, Kegiatan Belajar di Demak Terganggu, Pembelajaran Beralih Online

Sebab, banjir kedua tak hanya menerjang Kecamatan Gajah dan Karanganyar. Melainkan wilayah lainnya hingga Demak bagian kota pun sempat lumpuh akibat hebatnya banjir kedua di Kota Wali itu.

“Bahkan sampai Sayung, semuanya terjadi bersamaan dan semua tergenang. 80 persen Demak itu tergenang air,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp