Jateng

Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak, Hampir 2 Orang Ribu Mengungsi

×

Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak, Hampir 2 Orang Ribu Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Banjir Pekalongan
Warga terjebak banjir di Kabupaten Pekalongan pada Senin, 19 Januari 2026. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir yang melanda Kabupaten Pekalongan sejak Jumat, 16 Januari 2026 malam, masih berdampak luas hingga hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, banjir merendam 28 desa di enam kecamatan dan menyebabkan hampir 2 ribu warga mengungsi.

Berdasarkan laporan situasi BPBD Jawa Tengah per Selasa, 20 Januari 2026, banjir dipicu hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan. Genangan air berdampak pada permukiman warga dan akses jalan di sejumlah titik.

BPBD Jawa Tengah mencatat, total warga terdampak mencapai 18.903 kepala keluarga atau 59.729 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.958 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, menyampaikan bahwa hingga Selasa, 20 Januari 2026, sebagian wilayah masih tergenang air dan penanganan darurat terus berlangsung.

BACA JUGA: Ratusan Perjalanan Kereta Batal Imbas Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Bakal Tinggikan Rel Bertahap

“Sebagian wilayah masih terendam dengan ketinggian bervariasi, dan evakuasi warga masih berlangsung,” kata Armin saat beritajateng.tv konfirmasi via WhatsApp, Rabu, 21 Januari 2026.

Wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, Wonokerto, dan Wiradesa. Ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Di Kecamatan Siwalan, genangan tertinggi tercatat di Desa Pait dengan ketinggian air mencapai sekitar 105 hingga 120 sentimeter. Sementara genangan terendah berada di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada 12.662 unit rumah dan 33 fasilitas umum. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hampir 2 Ribu Warga Pekalongan Mengungsi Imbas Banjir, Pengungsian Tersebar di Berbagai Titik

BPBD Jawa Tengah mencatat sebanyak 1.958 jiwa mengungsi ke 25 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan. Lokasi pengungsian antara lain kantor kecamatan, masjid, musala, sekolah, gedung serbaguna, hingga rumah warga.

Sebagian besar pengungsi berasal dari Kecamatan Tirto, Wonokerto, Sragi, dan Siwalan. BPBD memastikan kondisi pengungsi terus dipantau, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

“Penyaluran bantuan logistik terus dilakukan ke lokasi pengungsian dan wilayah terdampak,” ujar Armin.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pekalongan berkoordinasi dengan relawan lintas unsur, PLN, serta instansi terkait lainnya. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga pendirian dapur umum.

Hingga kemarin, tercatat 14 titik dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi dan warga terdampak. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari penanganan darurat bencana banjir.

BACA JUGA: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis

BPBD Jawa Tengah menyebut sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan di lokasi pengungsian. Kebutuhan tersebut meliputi logistik pangan, alas tidur, selimut, tikar, obat-obatan, serta perlengkapan bayi dan perempuan.

“Kebutuhan mendesak saat ini antara lain logistik, alas tidur, pampers ukuran L dan XL, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan kebersihan,” kata Armin.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat sebagian wilayah masih tergenang dan cuaca berpotensi hujan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah: Kerugian Akibat Banjir Masih Tahap Penghitungan

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebut hingga kini kerugian akibat banjir masih dalam tahap penghitungan. Namun ia mengakui dampak yang ditimbulkan cukup besar dan menyentuh berbagai sektor.

“Kalau kerugian saat ini masih kita hitung. Tapi yang jelas kerugian itu banyak. Jalan-jalan rusak, dan yang paling utama masyarakat,” kata Gus Yasin saat beritajateng.tv jumpai di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya di Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak.

“Petani di Pati, Kudus, dan Demak itu sudah kita hitung hampir seribu sekian hektare sawah terdampak. Itu sudah kita masukkan ke aplikasi SIAP untuk mendapatkan asuransi gagal panen,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, Pemprov Jawa Tengah saat ini fokus pada penanganan darurat dan mitigasi bencana, termasuk evakuasi warga terdampak banjir.

“Untuk penanganan banjir, mitigasi dan evakuasi sudah kami lakukan semua,” katanya.

BACA JUGA: Trauma Banjir, Warga Desak Normalisasi Sungai Plumbon dan Soroti EWS Tak Berfungsi

Ia juga memastikan kondisi pengungsi, khususnya di Kabupaten dan Kota Pekalongan, terus dipantau dari sisi kesehatan dan logistik.

“Kami pastikan di tempat pengungsian semuanya sehat, mendapatkan pasokan makanan dan obat-obatan,” ujarnya.

Gus Yasin menuturkan, saat meninjau langsung lokasi pengungsian, pihaknya menemukan sejumlah kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kemarin saya ke sana, ada ibu hamil, ada lansia yang pakai kateter, ada juga yang sudah tidak bisa apa-apa. Kami larikan ke rumah sakit semuanya,” katanya.

Ia mengakui proses evakuasi sempat terkendala karena sebagian warga menolak ke rumah sakit. Namun dengan pendekatan persuasif, seluruh warga yang membutuhkan akhirnya mendapat penanganan medis.

“Memang butuh waktu karena mereka awalnya tidak mau dibawa. Tapi dengan pendekatan-pendekatan, Alhamdulillah sekarang semuanya sudah di rumah sakit dan kita pastikan kondisinya sehat,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp