Total aset Bank Jateng tumbuh 9,91 persen menjadi Rp 80,35 triliun, yang didukung dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 10,80 persen menjadi Rp 65,35 triliun.
Kegiatan penyaluran kredit juga tumbuh 2,78 persen menjadi Rp 52,53 triliun. Khusus untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng telah menyalurkan KUR hingga Rp 4,51 triliun atau tumbuh 70,45 persen.
“Dengan pertumbuhan bisnis dan pengelolaan perusahaan yang sehat, selama tahun 2021 Bank Jateng mampu membukukan laba usaha hingga Rp 1,74 triliun dan tumbuh 12,81 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, atas kinerja usaha tahun 2021 Bank Jateng telah pula memberikan dividen kepada Pemerintah Daerah (Pemda) se-Jawa Tengah hingga Rp 856,91 miliar, dan telah disetorkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Disamping itu, untuk membantu kegiatan perekonomian di Jatebg, Bank Jateng juga telah menyalurkan dana sosial sebesar Rp 56,68 miliar kepada 36 Pemda, atau minimal Rp 1 miliar untuk setiap Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. (*)





