HeadlineNews UpdatePariwisata

Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Kaliwungu Kendal

×

Begini Sejarah Tradisi Syawalan di Kaliwungu Kendal

Sebarkan artikel ini
Masjid Kendal

“Tradisi Syawalan di Kaliwungu tidak ada yang bisa memastikan tentang kapan tradisi tersebut pertama kali muncul karena tradisi ini sudah berlangsung sejak jaman dulu dan masyarakat Kaliwungu mengikuti apa yang dilakukan oleh leluhurnya,” terangnya, Kamis (5/5/2022).

Pria yang akrab disapa Gus Tommy tersebut merupakan putra dari Hj Nur Fatimah binti KH Mahfudz, bin H Syarbini bin H Syaban bin H Abdul Gohfar, bin KH Muhammad Faqih, bin H Yakub Bin KH Asy’ari atau Kiai Guru.

Ia menjelaskan, Khaul awalnya merupakan kegiatan ziarah mengirim doa di makam KH Asy’ari yang dilakukan oleh keluarga, santri dan handai tolan saja.

“Namun seiringnya waktu, lama kelamaan diikuti oleh masyarakat muslim di Kaliwungu dan sekitarnya,” jelas Gus Tommy.

Diungkapkan, perilaku hormat santri kepada gurunya dalam hal ini yaitu kyai dan ulama muncul karena kyai sangat tulus memberikan ilmunya tanpa waktu yang dibatasi bukan untuk tuntutan materi semata.

“Hubungan antara kyai dengan santri atau kiai dengan masyarakat umum adalah hubungan sosial yang didasarkan dan diikat pada moralitas keagamaan bukan oleh upah,” ungkap Gus Tommy, yang juga Anggota DPRD Kendal.

Dalam perkembangannya, tradisi Syawalan tidak hanya mencangkup aspek agama dan budaya tetapi juga aspek sosial kemasyarakatan.

Menurut ia, keberkahan seorang kiai tidak lagi milik santri dan keluarganya tetapi sudah menjadi milik masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya dari berbagai latar belakang kehidupan.

Sebuah ritual komunal yang awalnya bersifat alamiah menjadi upacara massal yang terjadi setiap tahun yang harus ditata secara rapi sebagai bagian dari citra dan potensi daerah.

“Dalam perkembangannya tradisi Syawalan mengalami perubahan dalam pelaksanaan kegiatan seiring dengan perkembangan masyarakatnya. Khoul tadinya hanya acara tahlil biasa yang melibatkan kalangan ulama, santri dan masyarakat sekitar yang datang bersama-sama menuju makam dan melakukan tahlil,” papar Gus Tommy.

Selain itu, terdapat penambahan dalam rangkaian acara yaitu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan.