SEMARANG, beritajateng.tv – BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) menyampaikan tantangan kepada para kandidat calon presiden (capres) yang akan bertarung pada Pilpres 2024 untuk datang ke kampus Undip di Tembalang.
Tantangan ini diluncurkan oleh BEM FEB kampus tersebut melalui laman Instagram @bemfeb.undip pada Senin, 20 November 2023. Saat beritajateng.tv konfirmasi, Ketua BEM FEB Undip, Muhammad Adib Rabbani menyatakan siap memberikan panggung secara adil kepada ketiga capres.
Adib menyebut, saat ini telah terjadi tren positif pada perhelatan dan kontestasi politik di Indonesia menjelang Pemilu 2024. Menurutnya, politik telah merambah pada ranah intelektualitas, menciptakan dialog, serta merangkul pemuda.
“BEM UI, BEM UGM kemarin sudah coba mengundang, lantas kemudian waktu itu kita berpikir, kenapa Undip belum ada bergerak ke sana. Lalu kita coba liat juga di dialog-dialog yang lain sebenernya sebagian besar dibicarakan itu adalah ekonomi. Itu yang jadi triggering point kita kenapa kita undang mereka,” kata Adip saat beritajateng.tv temui di Undip Tembalang, Selasa 21 November 2023.
Ketua Panitia, Rafi Ridha Tockary menambahkan, alasan utama pihaknya berniat membawa ketiga capres untuk debat ke Undip khususnya FEB adalah, selama ini sebagian besar isu yang menjadi objek pembahasan adalah isu ekonomi. Oleh karena itu, ia merasa FEB Undip menjadi panggung yang cocok bagi ketiganya saling beradu gagasan terkait masalah ekonomi.
Adapun ia mengungkapkan, beberapa isu strategis yang rencananya akan menjadi objek pembahasan antara lain geopolitik, ekonomi lingkungan, pertumbuhan ekonomi, ketimpangan ekonomi, dampak bonus demografi, hingga lapangan pekerjaan.
“Kita akan menghadirkan beberapa guru besar dan profesor untuk menguji, kita juga menghadirkan perwakilan mahasiswa, untuk sama-sama melihat apakah gagasan mereka sesuai atau jangan-jangan itu hanya angan-angan saja,” imbuhnya.
Jateng salah satu kunci kemenangan Pemilu
Selain itu, BEM FEB Undip merasa perlu memberikan wadah yang adil bagi ketiganya terutama di wilayah Jawa Tengah. Apalagi, Jawa Tengah terkenal sebagai basis suara yang dapat menentukan kemenangan Pemilu dengan jumlah pemilih lebih dari 28 juta.
“Jawa Tengah mulai terpolaroasi dengan banyaknya manuver ketiga capres. Kenapa kita kemudian tidak memberikan panggung yang adil untuk ketiganya,” kata Rafi.
BACA JUGA: Menyongsong Tahun Politik, Unnes Larang Kampus untuk Kampanye Capres 2024
Rafi pun mengatakan bahwa rencana mengundang ketiga capres untuk debat sudah muncul sejak 4 hingga 5 bulan yang lalu. Hal itu menyambut putusan MK yang memperbolehkan peserta pemilu hadir di tempat pendidikan.
Ia pun mengaku jika undangan debat sebenarnya telah tercampaikan secara resmi kepada ketiga capres dan mendapat respon yang positif. Ia pun berharap agenda debat yang BEM FEB Undip inisiasi dapat segera terlaksana.(*)
Editor: Farah Nazila





