Uncategorized

Berkunjung ke Fotogra.film Lab, Dapur Cuci Film Kamera Analog Pertama di Kota Semarang

×

Berkunjung ke Fotogra.film Lab, Dapur Cuci Film Kamera Analog Pertama di Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
fotogra.film
Andika Yogiswara, pemilik Fotogra.film Lab saat menunjukkan mesin pencuci roll kamera analog, Selasa 5 September 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tak banyak orang yang mengenal kamera analog, apalagi bagi anak muda kelahiran tahun 2000-an. Pasalnya, popularitas kamera analog kian menurun sejak hadirnya kamera digital.

Meski begitu, seiring bergantinya zaman, ternyata kamera analog tetap menjadi primadona bagi segelintir orang. Setidaknya hal tersebut terlihat dari banyaknya roll film yang mengantri untuk dicuci di Fotogra.film Lab, salah satu dapur cuci film kamera analog di Kota Semarang.

Andika Yogiswara, pemilik Fotogra.film Lab menjelaskan, dirinya merintis dapur cuci film analog itu sejak tahun 2018 lalu. Dan merupakan satu-satunya dapur cuci film di Semarang kala itu.

Terletak di Jalan Argopuro No 21, Gajahmungkur, Kota Semarang, ruangan Fotogra.film Lab tidaklah besar. Bahkan hanya palang nama kecil yang terlihat dari jalan raya. Lokasinya juga jadi satu dengan kedai makanan Jepang.

Barulah ketika memasuki pojok ruangan Fotogra.film Lab, pengunjung akan disambut oleh meja yang penuh oleh puluhan amplop bewarna cokelat berisikan roll film.

“Awalnya karena memang di Semarang nggak ada lab cuci film, main sejak tahun 2011 selalu nyucinya kalau nggak ke Jogja, Bandung, atau Jakarta,” ungkapnya saat beritajateng.tv temui, Selasa 5 September 2023.

Andika mengatakan, kamera analog mulai kembali ngetren di kalangan generasi muda sejak 3 hingga 4 tahun kebelakang. Bahkan, dirinya menyebut banyak anak-anak SMA yang kini terpincut kamera analog.

Hanya saja, tak semua pecinta kamera analog aktif dalam komunitas. Hal tersebutlah kemudian yang menyebabkan salah satu komunitas pecinta kamera klasik ini di Semarang (@smg35mm) kini vakum.

“Pemain kamera analog pasti ada yang tumbuh dan hilang, tapi itu berbanding dengan user-user baru yang tiap hari pasti ada. Jadi untuk permintaan cuci film selalu ada, cuma nggak terlalu keliatan karena banyak yang main secara individu,” lanjutnya.

BACA JUGA:Mukti Cafe Semarang, Surganya Pecinta Tembakau

Menggunakan Mesin Modern dan Otomatis

Mencuci rol film kamera analog identik dengan ruangan serba tertutup yang disebut dengan ‘kamar gelap’. Tapi berbeda dengan yang ada di Fotogra.film Lab ini.

Lebih jelas Andika mengatakan, tempatnya menggunakan mesin yang sudah canggih dan modern. Untuk menggulung roll film berwarna misalnya, ia menggunakan professor film bekas dengan merek Noritsu QSF-V30s.

Uniknya, mesin itu memiliki ukuran 1,2 meter atau sebesar mesin fotokopi. Sedangkan untuk roll film hitam putih, ia menggunakan sebuah kotak kecil yang kedap cahaya.

“Untuk sekarang rata-rata develop itu cuci dan scan saja. Mesinnya udah otomatis, keluar dalam bentuk klise negatif, dari negatif kita scan jadi positif,” jelas Andika.

BACA JUGA:Kisah Tirta Lie Cicipi Lebih dari 2.000 Bakmie Berbeda, Berawal dari Hobi Bersepeda

Setelah melewati langkah-langkah tersebut, hasil jepretan kamera klasik tersebut bisa terlihat. Umumnya Andika akan mengirim hasil foto melalui drop box maupun e-mail. Untuk tarifnyam Fotogra.film Lab membandrol harga berkisar antara Rp 60 hingga 70 ribu tergantung jenis roll filmnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp