Menurutnya, pembayaran pajak daerah melalui perbankan, dalam rangka mendukung terlaksananya transaksi nontunai yang transparan dan akuntabel. Apalagi dengan sistem host to host, pembayaran pajak sudah terkoneksi dengan sistem di Bapenda dan Bank Jateng.
“Pengawasan pajak daerah secara elektronik juga telah dilengkapi alat monitoring pengawasan pajak secara real time yang terkoneksi dengan sistem Bapenda. Alat monitoring tersebut taping box untuk pengawasan. Sehingga tidak adanya kebocoran penerimaan pajak dan penerimaannya lebih optimal,” imbuh Oni.
Ia berharap, dengan adanya layanan-layanan yang meluncur tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Kendal semakin meningkat.
“Bank Jateng selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk melakukan digitalisasi transaksi keuangan. Bank Jateng selalu berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan transaksi Pemkab serta beradaptasi dengan cepat untuk mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Oni.
BACA JUGA: Total Nasabah Hingga Belasan Ribu, Bank Jateng Jadi Mitra Utama Pembangunan Kabupaten Banjarnegara
Bupati Kendal Tingkatkan Elektronifikasi Transaksi Pemda
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Kendal terus berusaha untuk meningkatkan proses transaksi Pemerintah Daerah berbasis Elektronifikasi. Selain itu, perlu adanya instrumen yang dapat memonitor implementasi rekomendasi strategis elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah.
Sebagai informasi, dalam rangka optimalisasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal dan implementasi proyek perubahan Sinema Om (Sinergitas Smart Tax Community), terdapat sebanyak lima aspek utama.
“Yaitu pembentukan forum smart tax community, network and social connections, penyusunan regulasi perpajakan daerah, optimalisasi digitalisasi PAD terutama sektor pajak daerah, dan program capacity building. Penerapan digitalisasi dalam transaksi keuangan daerah berdampak positif dalam pendapatan daerah sekaligus pengelolaan ekonomi dan keuangan daerah yang lebih baik,” ujar Bupati.
Dalam rangka optimalisasi PAD Kendal mutlak perlu sinergitas seluruh pentahelik yaitu meliputi unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media massa.





