“Kami melakukan survey, hasilnya kalau perilaku sehat, hanya 7 persen yang mempraktekkan cuci tangan menggunakan sabun. Padahal ini sangat berkontribusi untuk sanitasi,” ungkap Ika.
Selain itu, dia juga membeberkan bahwa akses air minum aman sekitar 11,9 persen, sedangkan berdasarkan susenas BPS 2021, akses sanitasi aman baru mencapai 7,25%.
Mengingat hal tersebut, Ika mengingatkan agar masyarakat untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan peduli terhadap sanitasi.
“Kita mengajak masyarakat, bapak atau ibu tetangga yang baik untuk tidak bab sembarangan dan mengajak cuci tangan memakai sabun,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





