Pranyoto juga menepis anggapan bahwa lambatnya pengajuan BOP PKK berkaitan langsung dengan petisi yang sebelumnya muncul terkait penyederhanaan kegiatan PKK.
Menurutnya, program bantuan operasional tersebut telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Pemkot Semarang tetap mengalokasikan anggaran dan memberikan fasilitasi untuk mendukung kegiatan PKK.
“Ini tidak ada korelasi secara langsung. Yang pasti, ini merupakan proses. Pemerintah kota konsen membantu dan memfasilitasi melalui penganggaran,” tegasnya. (*)





