Aksi massa ini membuat Kantor Pos Pati harus menambah jumlah loket pelayanan. Biasanya hanya lima loket di buka untuk layanan publik, namun hari itu di tingkatkan menjadi sebelas. “Kami menyambut baik masyarakat yang menggunakan layanan pos untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Yudi Adiyanto, Executive Manager Kantor Pos Pati.
Menurut Yudi, sembilan loket utama dibuka di bagian depan kantor. Serta dua loket cadangan disiapkan di belakang untuk mengantisipasi lonjakan pengirim surat.
BACA JUGA: Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Batalkan Demo Jilid 2 Pemakzulan Sudewo, Polda Jateng Tetap Pantau
Desakan agar KPK bertindak tegas terhadap Sudewo juga di perkuat dengan sorotan dari DPRD Pati melalui pembentukan panitia khusus (pansus) pemakzulan.
Meski Sudewo mengklaim tidak pernah mangkir dari tugasnya sebagai bupati, masyarakat menantikan hasil penyelidikan dan sikap tegas dari penegak hukum. (*)





