BLORA, 23/9 (BeritaJateng.net) – Pengelolaan bantuan pangan non tunai (BPNT) dari Dinaa Sisial berupa E -Warung di Blora carut marut.
Carut marutnya pengelolaan ini terdengar sampai Mabes Polri, hingga turun tangan melakukan penyelidikan ke Blora. Bahkan lembaga Ombusmend pun ikut turun ke Blora.
Saat di konfirmasi usai pelantikan Pejabat Pratama, Rabu (22/9) kemarin, Bupati Blora H. Arief Rohman membenarkan adanya E Warung yang dilaporkan Ombusmend itu, sehingga Mabes Polri dan tim Kemensos turun.
“Ya ini sedang ada penataan juga, kaitanya BPNT, yang dilaporkan ke Ombusment. Kemudian ada tim dari Kemensos dan dari Mabes yang turun, untuk melakukan penilaian terhadap BPNT yang ada di Blora ini, baik itu E-Warungnya, Suplayernya,” ungkap Bupati, Rabu (22/9) kemarin.
Bupati ingin kedepan ada penataan yang lebih baik, termasuk kwalitas barangnya, berasnya, akan ada standarisasi mutu nanti.
“Nanti pak Sekda akan membuat rambu rambu, dan akan koordinasi dengan Kemnsos, ” imbuhnya
Mengenai adanya E -Warung yang di tarik Bupati memgaku belum tahu, karena itu kewenagan BRI. Bupati akan koordinasi dengan Dinsos misal ada temuan, ada pengaduan dari masyarakat. Intinya E -Warung itu pembentukanya sesuai pedoman dan prosedur yang ada. (Her/El)





